26 June 2020, 16:24 WIB

Jokowi: ASEAN Jangan Jadi Objek Pertarungan Politik Global


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo mengajak negara kawasan ASEAN untuk memperkuat kerja sama memulihkan ekonomi akibat pandemi global virus korona saat ini.

Di tengah rivalitas kekuatan besar dunia yang semakin meningkat di masa pandemi, Presiden Jokowi mengingatkan agar ASEAN jangan menjadi arena pertarungan politik global.

"ASEAN harus menjadi guardian agar kawasan kita tidak menjadi ajang power projection negara-negara besar. ASEAN harus menjadi subject dan bukan menjadi object dalam politik global," ucap Jokowi dalam pidatonya pada KTT ASEAN ke-36 secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/6).

Jokowi menekankan peningkatan kerja sama di ASEAN akan mengembalikan harapan munculnya kerja sama antarnegara yang efektif, efisien, dan berkeadilan. Di era baru atau adaptasi kebiasaan baru dalam konteks global, peningkatan kerja sama di kawasan ASEAN juga dapat menjadi mesin penggerak stabilitas dan perdamaian kawasan. Untuk itu, persatuan dan sentralitas ASEAN merupakan suatu keharusan.

"Di tengah pesimisme terhadap multilateralisme, kerja sama kawasan menjadi lebih penting artinya," ujarnya.

Baca juga: Jokowi Serukan ASEAN Perkuat Kerja Sama Pulihkan Ekonomi

Jokowi melanjutkan penguatan kerja sama kawasan salah satunya dapat dicapai dengan memperkokoh Outlook ASEAN mengenai Indo-Pasifik yang sebelumnya telah disepakati oleh para pemimpin ASEAN dalam KTT ke-34 pada Juni 2019.

"Kita juga harus terus memperkokoh ASEAN Outlook on the Indo-Pacific yang mengedepankan inklusivitas, kerja sama, rule-based order, dan confidence building," tutur Kepala Negara.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, yang mendampingi Presiden, menjelaskan KTT ASEAN kali ini mengadopsi dua dokumen yakni Leaders' Vision Statement on a Cohesive and Responsive ASEAN: Rising Above Challenges and Sustaining Growth dan ASEAN Declaration on Human Resources Development for the Changing World of Work.

"Dokumen pertama pada intinya berisi komitmen para pemimpin ASEAN untuk memperkuat solidaritas dan mekanisme kawasan guna mewujudkan kawasan ASEAN yang kokoh dan mampu mengatasi tantangan dunia saat ini," ucap Retno.

Beberapa hal yang digarisbawahi di dalam dokumen tersebut antara lain komitmen untuk mengurangi dampak covid-19 melalui rencana pemulihan yang komprehensif dan komitmen realisasi ASEAN 2025: Forging Ahead Together, serta menekankan prinsip ASEAN Outlook on the Indo-Pacific sebagai pedoman pelibatan ASEAN di kawasan Asia Pasifik dan Samudera Hindia.(OL-5)

BERITA TERKAIT