26 June 2020, 16:07 WIB

Akibat Pandemi, Target Sertifikasi Tanah Dipangkas


Hilda Julaika | Ekonomi

MENTERI Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil, terpaksa mengurangi target sertifikasi peta bidang tanah 2020 melalui program Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Kepitusan ini merupakan dampak dari pengurangan anggaran kementerian di tengah pandemi covid-19. “Tahun ini memang ada penyesuaian anggaran. Sehingga target 2020 itu terpaksa dikurangi. Tapi, untuk 2021 kita akan kembali seperti semula,” ujar Sofyan dalam  penyerahan sertifikat tanah secara virtual, Jumat (26/6).

Salah satu daerah yang terdampak ialah Kabupaten Cilacap. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Cilacap, Yuli Mardiono, mengungkapkan target sertifikasi peta bidang tanah di Cilacap berkurang cukup besar. Awalnya, ditargetkan 212.460 bidang tanah, kemudian diturunkan menjadi 177.460 bidang tanah.

Baca juga: Menkeu: Belanja Pusat dan Daerah Banyak yang Tidak Sinkron

“Sehubungan dengan saving akibat covid-19, ada perubahan target untuk Peta Bidang Tanah. Dari semula 212.460 bidang tanah, menjadi 177.460 bidang tanah. Kemudian, Sertifikasi Hak Atas Tanah (SHAT) dari semula 155.370, menjadi separuhnya yaitu 75.340. Namun untuk jumlah desa tetap 54," papar Yuli kepada Sofyan.

Saat ini, realisasi pemberkasan peta bidang tanah di Cilacap sudah mencapai 100%. Dalam hal ini, tinggal menunggu pengesahan. Adapun peta yang sudah diterbitkan baru mencapai 60.000 bidang tanah.

"Pemberkesan selesai semua, tinggal menunggu pengesahan. Untuk penerbitan sampai hari ini sudah mencapai 60.000," tutupnya.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT