26 June 2020, 16:06 WIB

Pakar: Risiko Orang Tertular Covid-19 di DKI Masih Tertinggi


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

AHLI epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Syahrizal Syarif menuturkan risiko orang tertular covid-19 di Jakarta belum menunjukan penurunan.

Ia menyebut, risiko orang di DKI terkena covid-19 ialah 106 per 100 ribu penduduk atau sama dengan 1 per 1.000 penduduk.

"Risiko tertular covid-19 di DKI masih tertinggi di Indonesia. Sementara orang Jawa Timur hanya 26 per 100 ribu penduduk," jelas Syahrizal kepada Media Indonesia, Jakarta, Jumat (26/6).

Soal pernyataan Anies tentang angka positivity rate DKI 3,8%, Syahrizal mempertanyakan. Positivity rate ialah rasio kasus positif covid-19 dengan pemeriksaan spesimen.

"Jika dihitung dari jumlah positif pemeriksaan dari orang yang diperiksa spesimennya juga sama, sepanjang jumlah ODP dan PDP yang masih nunggu antrean panjang, hanya menunjukkan tingkat kapasitas pemeriksaan. Apalagi kalau angkanya 3,8%, ini jumlah positive dari denominator apa, angka ini kok kecil?" kata Syahrizal.

Baca juga:  Anies Klaim Positivity Rate Covid-19 DKI 3,8 Persen

Ia mengatakan, untuk menentukan apakah pandemi covid-19 dikatakan terkendali bisa dilihat dari kasus harian yang terdata. Bukan semata soal reproduction number (Rt) dan positivity rate.

"Sederhana saja jika dalam 14 hari, 1 masa inkubasi kasus harian yang dilaporkan terus menurun. Lalu, 28 hari terus turun namanya terkendali. Jika 28 hari tidak ada kasus baru yang dilaporkan," ungkapnya.

"Angka Rt juga harus konsisten 7 hari, 14 hari-28 hari, wabah bisa dianggap selesai. Disini positive rate-nya nasional 11.7%. selama ini kisaranya antara 8- 12 persen," pungkasnya.(OL-5) 

BERITA TERKAIT