26 June 2020, 15:56 WIB

Disdik DKI Sebut tak Diskriminasi CPDB Berusia di atas Rata-rata


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

DINAS Pendidikan DKI Jakarta memastikan tidak akan mendiskriminasi calon peserta didik baru (CPDB) dengan usia yang berada di atas rata-rata.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 44 tahun 2019, pemerintah menentukan usia maksimal seorang CPDB untuk bisa memasuki suatu jenjang. Semisal untuk SMA usia maksimal CPDB adalah 21 tahun. Sementara untuk SMP adalah 15 tahun.

CPDB yang memiliki usia di atas rata-rata itu akan diperlakukan sama selayaknya peserta didik lainnya. Tidak ada pemisahan kelas maupun perlakuan khusus yang akan diberikan.

"Pemprov DKI melalui Disdik berupaya memberikan pendidikan untuk semua, selama secara aturan permendikbud usianya masih memenuhi maka boleh masuk, tua muda, pintar belum pintar, mampu tidak mampu," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana dalam konferensi persnya, Jumat (26/6).

Baca juga: Disdik DKI Jakarta Jelaskan Alasan Adanya Usia Minimal di PPDB

Untuk sementara ini, data per 25 Juni, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi SMP memperlihatkan ada 0,57% CPDB yang diterima berusia 14 tahun 6 bulan hingga 15 tahun.

Pada jenjang ini interval usia yang paling banyak diterima ialah pada rentang usia 12 tahun 6 bulan-13 tahun sebesar 47,07%.

Sementara untuk jenjang SMA ada 3,746% CPDB berusia 17-20 tahun yang diterima. Pada jenjang ini, CPDB yang paling banyak diterima ialah yang memiliki rentang usia 15 tahun 6 bulan-16 tahun sebanyak 45,43%.(OL-5)

BERITA TERKAIT