26 June 2020, 14:44 WIB

Gaya Hidup Mewah Ketua KPK, Komisioner: Helikopter Hemat Waktu


Faustinus Nua | Politik dan Hukum

GAYA hidup mewah Ketua KPK Firli Bahuri mendapat sorotan dari berbagai pegiat masyarakat antikorupsi. Diketahui, beberapa hari yang lalu Firli menggunakan helikopter mewah saat berkunjung ke Baturaja di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Lantas hal itu dinilai sebagai salah satu bentuk pelanggaran kode etik.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan Firli sudah melakukan klarifikasi ke Dewan Pengawas (Dewas) terkait penggunaan helikopter. Menurutnya, Ketua KPK itu mempunyai pertimbangan efisiensi waktu dalam kunjungan itu.

"Terlepas, ya, apa pun pendapat masyarakat, tapi dari sisi efisiensi waktu itu yang dia pertimbangkan karena cuti cuma satu hari," ujarnya di Jakarta, Jumat (26/6).

Alexander menjelaskan bahwa perjalanan dari Palembang menuju Baturaja memakan waktu 5 sampai 7 jam bila menggunakan transportasi darat. Hal itu tidak jelas tidak efisien, mengingat cutinya hanya sehari.

Baca juga: Firli Pakai Helikopter, Dewas KPK Proses Aduan Pelanggaran Etik

Selain itu, helikopter yang digunakan pun disewa dan telah dibayar oleh Firli.

"Makanya menyewa helikopter itu, bayar kok dia bilang helikopter. Itu yang disampaikan," imbuhnya.

Alexander menambahkan bahwa terkait laporan tersebut, Dewas akan menindaklanjutinya. Apakah tindakan tersebut melanggaran kode etik atau tidak, hal itu sudah diklarifikasi dan tinggal menunggu keputusan Dewas.

"Kan sudah disampaikan ke Dewas, sejauh ini sudah dilakukan klarifikasi. Yang jelas pasti Dewas akan menindaklanjuti," tuturnya.

Sebelumnya Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengadukan hal itu kepada Dewas KPK. MAKI menyebut Firli telah melanggar kode etik KPK dengan gaya hidup mewahnya. Selain itu, Firli juga diduga melanggara protokol covid-19, lantaran diduga tidak mengenakan masker saat bertemu dengan kelompok anak-anak di Baturaja.(OL-4)

BERITA TERKAIT