26 June 2020, 14:10 WIB

Lawan Covid-19, Eijkman Siapkan Vaksin Merah Putih


Putri Rosmalia Octaviyani | Humaniora

KEPALA Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio, mengatakan peneliti Eijkman tengah berupaya membuat vaksin covid-19.

Dia mengungkapkan pembuatan vaksin bukan hal mudah. Apalagi Eijkman ingin menghasilkan vaksin yang tepat untuk mengatasi penyebaran covid-19 di Indonesia.

"Vaksin yang kami kembangkan ini vaksin merah putih. Jadi dikembangkan Indonesia untuk Indonesia sendiri. Berasal dari virus yang ada di Indonesia," ujar Amin dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Jumat (26/6).

Baca juga: Lembaga Eijkman Berproses Petakan 20 Isolat Covid-19 di Indonesia

Lebih lanjut, Amin mengatakan Eijkman sudah pada tahap sekuensing DNA atau pengurutan DNA virus yang ada di Indonesia. Diharapkan vaksin yang tercipta cukup efektif melawan virus korona yang berkembang di Indonesia.

"Kami melakukan sekuensing virus-virus yang ada di Indonesia. Saat ini, baru ada 10. Teman-teman terus kumpulkan setidaknya sampai 100. Dengan itu, kita akan bisa mengetahui persis virus yang ada di Indonesia. Sehingga vaksin yang dihasilkan bisa mengatasi virus di sini," jelas Amin.

Sejauh ini, ada kemajuan dalam pengembangan vaksin oleh peneliti Eijkman. Dia menyebut peneliti berhasil melakukan ampflifikasi atau duplikasi gen virus. Tahapan lain yang akan dilakukan, sebelum hasil akhir diuji klinis.

Baca juga: Kabar Baik, Penelitian Vaksin Covid-19 Tujukkan Kemajuan

"Kami hanya diberi waktu sampai Maret tahun depan. Untuk hasilnya diberikan pada Biofarma, dilanjutkan ke uji klinis. Jadi mohon doa restu, agar kami bisa menyelesaikan itu," katanya.

Adapun hambatan terbesar ialah mendatangkan reagen dari luar negeri. Sebab, terjadi persaingan ketat antarnegara untuk mendapatkan reagen tersebut. "Saat ini transportasi terhambat. Terlebih negara lain juga membutuhkan reagen yang sama. Sehingga kita harus berkompetisi," pungkas Amin.

Tantangan lain berasal dari pihak asing yang ingin uji coba vaksin di Indonesia. Padahal, vaksin tersebut kemungkinan tidak akan efektif untuk mengatasi covid-19 di Indonesia.(OL-11

 

 

BERITA TERKAIT