26 June 2020, 13:19 WIB

Angkasa Pura I Sediakan Galeri untuk Tampung 600 UMKM


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

PT Angkasa Pura I (Persero) menyediakan galeri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di bandara kelolaannya sebagai salah satu wujud sinergi perseroan dengan pelaku usaha UMKM.

Salah satu galeri UMKM terbesar berada di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA/Yogyakarta International Airport), Kulon Progo. Di sana Angkasa Pura I menyediakan galeri dengan luas 1.513 meter persegi yang dapat menampung 300 hingga 600 UMKM lokal.

Baca juga: BI Perpanjang Penyesuaian Operasional dan Layanan Publik

"Angkasa Pura I berupaya untuk meningkatkan kelas produk-produk UMKM lokal dengan melibatkan para pelaku UMKM di galeri-galeri UMKM yang ada di bandara sehingga dapat meningkatkan peluang produk-produk mereka untuk diperkenalkan dan dipasarkan ke penumpang pesawat, baik domestik maupun internasional," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi dilansir dari keterangan resmi, Jumat (26/6).

"Salah satunya Galeri UMKM di YIA bernama Pasar Kota Gede yang juga merupakan area khusus UMKM terbesar di Indonesia. Pasar Kota Gede di YIA melibatkan tidak hanya pelaku UMKM di Yogyakarta, tapi juga Magelang, Purworejo, Klaten, dan daerah lain di Jawa Tengah," sambungnya.

Di galeri UMKM YIA, kata Faik, ragam UMKM menawarkan produknya mulai dari batik, olahan cokelat, batik kayu, produk olahan aloevera, jamu herbal hingga makanan khas lokal.

Selain di YIA, Angkasa Pura I juga menyediakan galeri UMKM di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang. Luasan yang disediakan yakni 120 meter persegi dan terletak di exhibition hall lantai 1 terminal penumpang. Galeri tersebut beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dan ada sekitar 70 UMKM yang menjadi mitra galeri dengan 748 jenis produk.

Galeri itu, lanjut Faik, dilengkapi dengan anjungan monitor layar sentuh dengan konten e-commerce Jawa Tengah Sadewa G-2 Market yang memberikan informasi katalog produk unggulan di Jawa Tengah.

Terdapat lima zona dalam galeri ini yaitu zona pakaian yang berisi batik, tenun, bordir, kain lukis, mukena, kerudung dan syal; zona kedua yang berisi aksesoris yang menjual aneka ragam kerajinan tangan berupa tas wanita, topi, dekorasi rumah, mainan anak tradisional, dan sejenisnya; zona ketiga yang merupakan zona makanan kemasan; zona food and beverages yang menjual roti bekatul, mie ongkok instan, seduhan kopi dan coklat bubuk yang bisa langsung dinikmati; serta zona activity corner yang merupakan tempat pertunjukkan seperti demo membatik, kain lukis, sajian kopi, tarian tradisional, dan lainnya.

"Angkasa Pura I berkomitmen untuk turut serta memajukan perekonomian daerah. Salah satunya upayanya adalah dengan memberikan peluang bagi pelaku UMKM dalam mempromosikan dan memperluas pangsa pasar bagi produk-produknya melalui keberadaan galeri UMKM di bandara-bandara Angkasa Pura I," tutup Faik. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT