26 June 2020, 12:04 WIB

Hamas Peringatkan Aneksasi Tepi Barat adalah Deklarasi Perang


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SAYAP militer penguasa Gaza, Hamas, memperingatkan, jika Israel berkeras melanjutkan rencana mencaplok wilayah-wilayah Tepi Barat, maka itu akan menjadi deklarasi perang.

"Kelompok perlawanan memandang pencaplokan Tepi Barat dan Lembah Yordania sebagai deklarasi perang terhadap rakyat kami dan kami akan membuat musuh menyesali keputusan mereka," kata juru bicara sayap militer Hamas, Abu Obeida.

Peringatan terakhir ini datang 14 tahun setelah Hamas menculik tentara Angkatan Bersenjata Israel (IDF) Gilad Shalit di perbatasan Gaza. Namun, pada 2011 dibebaskan saat pertukaran tahanan dengan 1.000 warga Palestina yang dihukum atas tuduhan terorisme.

Baca juga: Hamas Serukan Lawan Aneksasi Tepi Barat

Pemerintah Israel dilaporkan dalam pembicaraan dengan organisasi teror yang bermarkas di Gaza itu mengupayakan pembebasan dua warganya yang ditahan bersama dengan sisa-sisa dua tentara IDF yang terbunuh selama Operation Protective Edge pada 2014.

Para tawanan di Gaza diidentifikasi sebagai Avraham ‘Avera’ Mengistu dan Hisham al-Sayed, keduanya ditawan setelah secara sukarela memasuki daerah Gaza pada 2014-2015.

Sementara jenazah kedua tentara Israel telah diidentifikasi sebagai St.-Sgt. Oron Shaul dan Letnan Hadar Goldin.

Pada April, Ismail Haniyeh, yang mengepalai Hamas, optimistis tentang kemungkinan pertukaran tahanan dengan Israel. Pihaknya pun siap untuk negosiasi tidak langsung.(i24news/OL-5)

BERITA TERKAIT