26 June 2020, 10:19 WIB

Bimas Hindu: Tatanan Kenormalan Baru Tetap Prima Melayani


mediaindonesia.com | Humaniora

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) Kementerian Agama memiliki tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi bimbingan masyarakat Hindu. Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut, Ditjen Bimbingan masyarakat Hindu mengeluarkan kebijakan terkait dengan pelaksanaan ibadah dan penyelenggaraan pendidikan keagamaan.

Pandemi covid-19 telah membatasi semua kreativitas manusia termasuk beribadah. Pada masa penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kegiatan ibadah di rumah ibadah menjadi salah satu yang dibatasi.

Kondisi tersebut tentunya tidak dapat berlangsung terus-menerus. Pelaksanaan ibadah merupakan hak asasi manusia dan dilindungi oleh UUD 1945 pasal 29, maka Ditjen Bimas Hindu harus menyiapkan standardisasi pelaksanaan ibadah untuk mewadahi hak asasi tersebut.

Pemerintah dan pimpinan lembaga keagamaan melakukan koordinasi dan bersepakat untuk membuka rumah ibadah. Pembukaan rumah ibadah ini tentunya dengan tetap menerapkan social distan­cing dan Physical distancing.

Pembukaan rumah ibadah telah mengembalikan geliat pura sebagai pusat kegiatan keagamaan. Umat menyambut dengan melakukan ibadah dalam tatanan kenormalan baru. Pengurus pura menerapkan pemeriksaaan kesehatan dan mewajibkan penggunaan APD. Persembahyangan dilakukan secara bergelombang dengan menerapkan 50% dari daya tampung pura.

Orang-orang yang berusia di atas 50 tahun dan menderita penyakit menahun disarankan untuk tetap beribadah di rumah. Untuk menjamin penerapan protokol kesehatan secara berkelanjutan, pemerintah memfasilitasi pura dengan menyiapkan anggaran bantuan.

Bantuan dalam rangka untuk penyediaan sarana dan prasarana protokol kesehatan berupa, disinfektan, APD pengurus pura dan pindandita/pemangku dan penyediaan hand sanitizer atau wastafel untuk cuci tangan di sekitar areal pura.

Penyuluhan secara tatap muka dapat dilakukan dengan menerapkan social distancing dan physical distancing. Selain penyuluhan tatap muka, Ditjen Bimas Hindu meluncurkan program Pelita Dharma. Pelita Dharma merupakan penyuluhan melalui media online dengan chanel Youtube Bimas Hindu RI.

Pelita Dharma pertama kali tayang pada masa pandemi. Pelita Dharma ini diluncurkan sebagai upaya untuk tetap menguatkan umat di tengah terpaan dampak covid-19. Pandemi telah menggerogoti jiwa dan melumpuhkan perekonomian masyarakat. Kondisi ini pastinya akan memengaruhi psikologis umat.

Pelita Dharma diharapkan dapat menjadi cahaya iman dan percikan kesejukan untuk tetap tabah dalam menghadapi dampak pandemi. Dalam tatanan normal baru Pelita Dharma dapat menjadi solusi bagi umat untuk tetap mendapatkan percikan nilai-nilai agama tanpa merasa khawatir terpapar virus Covid-19.

Ditjen Bimas Hindu meluncurkan Program SMART TOGETHER di Youtube channel Bimas Hindu RI untuk mengobati rasa rindu umat untuk tetap bersosialisasi. Manusia sebagai makhluk sosial tentunya tidak dapat lepas dari kebiasaan ngobrol.

SMART TOGETHER diluncurkan untuk memberikan kesempatan umat untuk berbagi pengetahuan. Tentunya dengan cara yang digemari milenial sebagaimana yang sedang viral saat ini. SMART TOGETHER merupakan program untuk berbagi pengetahuan yang diisi oleh umat untuk umat. Program yang diunggah tentunya lebih bersifat aktivitas keagamaan namun dapat disampaikan secara ringan dan dalam durasi waktu yang singkat. Ini untuk mendorong umat terus berbagi pengetahuan agama.

Program ini juga untuk mewadahi pembelajaran ajaran agama Hindu secara bersama-sama dari umat untuk umat serta untuk tetap menjalin simakrama di tengah pembatasan kerumunan.

Penyelenggaraan pendidikan masih tetap berpedoman pada kebijakan nasional Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. Untuk pelayanan pendidikan agama dalam memfasilitasi lembaga pendidikan agama dan lembaga pendidikan keagamaan telah diluncurkan program monitoring bantuan secara online. Program tersebut diluncurkan agar pelayanan terhadap umat tidak terhambat di tengah pandemi covid-19 dan tatanan kenormalan baru.

Untuk memberikan kenyamanan kepada umat dalam menerima pelayanan tatap muka, Ditjen Bimas Hindu telah siap dengan protokol kesehatan sesuai standar WHO. Ditjen Bimas Hindu telah melakukan rapid tes untuk menjamin pegawai yang memberikan pelayanan dalam kondisi sehat.

Disinfektan secara rutin dilakukan untuk menjaga lingkungan kerja bebas dari virus, untuk memberikan kenyamanan pelayanan Ditjen Bimas Hindu kepada umat. Tatanan kenormalan baru tidak membuat pelayanan agama dan penyelenggaraan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan terhenti. Ditjen Bimas Hindu tetap memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan. Pelayanan Digital menjadi solusi dalam tatanan kenormalan baru. Rutinitas harus tetap berjalan, kreativitas umat tetap terwadahi, dan simkrama tetap terjalin. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT