26 June 2020, 09:11 WIB

60 Pasien Positif Covid-19 di Temanggung Sembuh


Tosiani | Nusantara

SEBANYAK 60 pasien positif covid-19 di Temanggung, Jawa Tengah, dinyatakan sembuh usai menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan karantina di Gedung Pemuda serta BLK Maron, Kamis (25/6) malam. Sementara di hari sebelumnya terdapat 10 pasien yang sembuh.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penagangan Covid-19 Kabupaten Temanggung Gotri Wijianto menyampaikan hal tersebut berdasarkan hasil evaluasi jumlah pasien covid-19.

Rinciannya yang sembuh dari rumah sakit ada 6 orang, dari karantina 64 orang. Waktu yang dibutuhkan setiap pasien untuk sembuh berbeda-beda. Rata-rata 2 bulan ada yang sembuh. Namun ada pula yang hingga 2,5 bulan dinyatakan belum sembuh oleh dokter. Hal itu bergantung pada imun masing-masing.

"Dengan demikian jumlah pasien covid-19 yang belum sembuh masih 87 orang," kata Gotri di Temanggung, Jumat (26/6).

Dari 87 orang tersebut, imbuh Gotri, masih dikarantina di Gedung Pemuda sebanyak lima orang. Mereka yang menjalani karantina di BLK Maron ada 22 orang. Dua orang masih dirawat di RSUD Temanggung. Sisanya karantina mandiri di rumah.

Baca juga: Pengajuan Klaim Jaminan Hari Tua di Temanggung Meningkat

Berdasarkan hasil tracking pasien yang kontak erat dengan penderita covid-19 melalui rapid tes selama 10 hari terakhir, ditemukan lebih dari 400 orang reaktif. Selanjutnya dilakukan swab test untuk pemeriksaan PCR ternyata hanya ada satu orang yang positif, lainnya negatif.

"Hasil ini tentunya sangat menggembirakan, di tempat kita ini banyak orang tanpa gejala (OTG), tergantung imunitas masing-masing," tukasnya.

Kendati angka kesembuhan bertambah, Gotri meminta kepada semua pihak untuk tidak tergesa-gesa masuk ke kehidupan kenormalan baru (new normal). Apalagi Kabupaten Temanggung saat ini masih masih menjalankan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) sampai 3 Juli.

"Kami percaya ketaatan, kedisiplinan masyarakat akan mempercepat penanganan covid-19. Dengan begitu kita bisa menyambut musim panen tembakau bulan Juli, Agustus, September tanpa dihantui rasa takut tertular".(OL-5)

BERITA TERKAIT