26 June 2020, 07:51 WIB

Masyarakat Temanggung belum Paham Pentingnya Karantina


Tosiani | Nusantara


KESADARAN untuk menjalani karantina jika mendapatkan hasil positif covid-19 pada tes swab belum dimiliki masyarakat Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Bahkan sempat ada pasien positif korona yang mencoba kabur dari lokasi karantina.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung Khabib Mualim mengutarakan salah satu kendala dalam penanganan covid-19 selama ini, belum semua masyarakat paham alasan karantina. Sebab sekilas mereka tampak sehat, tapi hasil uji lab dinyatakan positif.

"Yang positif tapi nampak sehat ini disebut orang tanpa gejala (OTG). Mereka harus menjalani karantina," kata Khabib, Jumat (26/6).

Baca juga:  Pengusaha Temanggung Diminta tak Merumahkan Pekerja Saat Pandemi

Khabib mengatakan, OTG ini harus menjalani karantina dengan harapan tidak menularkan kepada orang-orang terdekatnya dan untuk dilakukan assesment apabila ternyata memiliki penyakit penyerta. Jika ternyata memiliki, maka harus menjalani isolasi di rumah sakit.

Adapun proses isolasi itu juga agar tidak menulari orang lain. Dalam hal ini, pemerintah berupaya menyelamatkan orang banyak dan si pasien.

"Yang lebih tahu soal ini adalah dokter dengan alat penunjangnya. Kepada mereka pun sudah kami jelaskan maksud dan tujuan di karantina," imbuhnya.

Khabib menambahkan, dari puluhan orang yang menjalani karantina baik di Gedung Pemuda maupun BLK Maron setelah menjalani assesment di RSUD Temanggung ternyata ada lima orang diketahui memiliki penyakit penyerta seperti jantung dan hipertensi. Maka mereka harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sedangkan yang tidak memiliki penyakit penyerta namun hasil swab positif meski tanpa gejala tetap menjalani karantina.

"Karantina bukanlah pengucilan, tapi membatasi kontak agar tidak terjadi penularan kepada orang lain," ungkapnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT