26 June 2020, 07:22 WIB

Pengusaha Temanggung Diminta tak Merumahkan Pekerja Saat Pandemi


Tosiani | Nusantara

DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Temanggung terus berupaya melakukan negosiasi dengan kalangan industri agar tidak merumahkan para pekerja meski mengalami krisis lantaran terdampak pandemi korona.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan membuat angka pengangguran di Temanggung meningkat dan memperparah krisis ekonomi.

"Yang kami lakukan ya nego dengan pengusaha agar tidak ada PHK maupun pekerja yang dirumahkan," kata Kepala Disnakertrans Kabupaten Temanggung Agus Sarwono, Jumat (26/6).

Ia mengaku tidak bisa meyakinkan pabrik untuk tetap menerima pekerja baru guna meminimalisir angka pengangguran. Hal itu karena pihak pabrik amat bergantung pada order produk yang diterima. Sementara saat pandemi berlangsung, order cenderung berkurang.

"Tidak bisa, karena kalau pabrik itu kan hubungannya dengan order produk," ujarnya.

Disnakertrans juga terus melakukan pemantauan terhadap perusahaan tertentu. Selain meninjau langsung, berbicara dengan pengusaha untuk mengetahui kondisi usahanya, pihaknya juga aktif melakukan komunikasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). Menurut pemantauan Agus, jumlah perusahaan yang terlihat kolaps akibat pandemi belum banyak.

"Perusahaan tidak dikumpulkan. Tetapi terhadap perusahaan tertentu kita pantau, kita tinjau dan kita bicara dengan owner serta komunikasi melalui APINDO. Kalau dibanding dengan jumlah pekerja yang ada di perusahaan ya masih rendah lah," ungkapnya.

Baca juga: Meski Takut Tertular, Bisnis Salon di Temanggung Tetap Buka

Sejauh ini, lanjut Agus, angka pengangguran di Temanggung terus meningkat salah satunya berasal dari para pekerja sektor kontraktor. Namun pihak Disnakertrans masih belum menghitung angka kenaikan jumlah pengangguran itu. Hanya dari data pencari kerja pada bulan ini sebanyak 680 orang.

"Dengan adanya pandemi, saya perkirakan angka penggangguran naik. Beberapa pekerja di kontraktor juga terimbas. Belum di sektor lain. Cuma sampai dengan bulan ini, kami belum bisa menghitung prosentase kenaikannya. Yang tercatat baru pencari kerja yang aktif melalui surat AK 1 tercatat 680 orang," tuturnya.

Jumlah pencari kerja tersebut, menurutnya, malah menurun dibanding saat sebelum pandemi. Tahun lalu, jumlah pemohon AK 1 di Temanggung mencapai 1.600 orang. Penurunan ini lantaran peluang kerja yang sangat kecil semenjak pandemi. Kebanyakan pengusaha masih menunggu perkembangan situasi hingga akhir tahun 2020.

"Seperti pabrik sepatu yang baru dibangun di Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, yakni pabrik SJI rencana awal bulan ini ada pendaftaran, untuk sementara waktu ditutup menunggu perkembangan sampai akhir tahun 2020," pungkas Agus.(OL-5)

BERITA TERKAIT