26 June 2020, 07:19 WIB

Setelah Bermain 22 Musim, Vince Carter Umumkan Pensiun dari NBA


Deden Muhamad Rojani | Olahraga

MANTAN pemenang All-Star dan Rookie of the Year Vince Carter tidak ragu lagi untuk memuuskan pensiun dari NBA.

"Aku secara resmi selesai bermain basket. Aku secara resmi selesai bermain basket secara profesional,” ungkap Carter dilansir dari laman resmi NBA.

Pengumuman itu sebagian besar formalitas karena Carter yang berusia 43 tahun telah mengatakan berkali-kali selama musim ini bahwa ini akan menjadi yang terakhir di NBA. 22 musimnya merupakan yang terbanyak dalam sejarah NBA, dan ia menjadi pemain NBA pertama yang bermain dalam empat dekade berbeda. Atlanta adalah salah satu dari delapan tim yang pada musim Covid-19 tidak bermain ketika liga memutuskan untuk melanjutkan bermain dengan 22 tim di Florida bulan depan.

Laga terakhir Hawks saat itu pada 11 Maret musim 2019-2020 kalah 136-131 dari New York Knicks di mana Carter masuk dalam permainan dan menenggelamkan 3 poin dengan tersisa 13,4 detik pada babak perpanjangan waktu.

Carter mengatakan bahwa membuat tembakan terakhir pada pertandingan tersebut membantunya lebih mudah untuk memuuskan keluar NBA.

"Membuat tembakan terakhir saya membantu situasi. Saya pikir jika saya tidak melakukan tembakan terakhir saya, itu akan sedikit berbeda. Itu akan terasa sedikit berbeda. Saya sudah gatal, setidaknya mendapatkan kembali dan hanya bermain satu menit dan hanya melakukan satu tembakan, saya tidak peduli apa jadinya, lemparan bebas, layup, saya tidak peduli," kata Carter.

"Sebagai pemain yang memainkan permainan terakhir, Anda apakah mengetahuinya atau tidak, Anda selalu ingin mengatakan baik, setidaknya saya membuat tembakan terakhir dalam karir saya. Dan saya benar-benar bisa mengatakan itu, jadi saya senang," tambahnya.

Pandemi virus korona juga menjadi pertimbangan besar dalam keputusan Carter untuk pensiun, terutama bagaimana korona mempengaruhi Amerika Serikat dan dunia pada umumnya.

"Saya tidak akan mengatakan sejak 11 Maret (saya tahu saya akan pensiun), saya tidak akan mengatakan sejak hari itu, tetapi cukup dekat," kata Carter.

"Sejak akhir Maret, kami sudah membicarakannya, saya merasa sudah hampir berakhir. Itu semacam cara saya menanganinya. Itu dibuat untuk, jika ada kekecewaan karena musim atau tentang itu, lebih mudah untuk mengesampingkannya dan menanganinya seperti itu. Ini adalah sesuatu yang lebih besar dari karir saya. Dengan virus korona, itu merenggut nyawa orang-orang dengan cepat, itulah gambaran besar dalam pikiran saya. Saya bisa mengakhiri akhir yang aneh, penghentian permainan yang tiba-tiba berakhir, disamping untuk gambar yang lebih besar. Jelas, Anda khawatir tentang keluarga, teman-teman saat Anda melangkah lebih jauh, akan selalu ada seseorang yang dekat dengan Anda atau cukup dekat dengan seseorang yang telah dipengaruhi olehnya,” lanjutnya.

Setelah pensiun, Carter mengatakan dia memiliki lebih banyak waktu untuk bermain golf, yang katanya telah membantu memudahkan transisinya sebagai pemain aktif basket ke pensiun. Ketika Carter memulai karir NBA dengan Toronto Raptors pada tahun 1998, NBA berada di tengah-tengah perselisihan buruh pahit yang menghapus sebagian besar paruh pertama musim rookienya. NBA memulai kembali musimnya pada 30 Juli di Orlando, tetapi Carter maupun Hawks tidak akan bermain pada laga tersebut.

Meski begitu, Carter mengatakan dia bisa menghargai karirnya dalam memulai karirnya di musim yang singkat dan mengakhirinya dengan cara yang sama.

"Itu resmi. Itu tidak mengejutkan untuk ditinggalkan dari 22-tim lapangan. Itu tidak seperti pukulan menyakitkan mendengarnya atau membacanya, karena saya semacam sudah ada di sana. Ini canggung, tapi ini semacam situasi yang keren bagi saya karena saya datang ke liga dalam musim yang singkat. Bagi saya, itu hanya semacam situasi yang unik,” tutur Carter.

baca juga: Fajar/Yeremia belum Terkalahkan

Hawks dengan cepat memuji Carter atas apa yang telah dia lakukan, bukan hanya dalam dua tahun dengan Atlanta tetapi lebih dari keseluruhan karirnya.

"Sepanjang perjalanan 22 tahun yang meliputi empat dekade yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kariernya yang terus berkembang mungkin tidak seperti yang lain dalam sejarah liga, dari Top 5 Draft Pick hingga Rookie of the Year hingga Slam Dunk Champion, juga superstar dan delapan kali All Star Teammate of Twyman-Stokes Teammate of the Year dan pemain peran yang berharga," kata Hawks dalam sebuah pernyataan.

Pada bulan Januari, Carter menjadi pemain pertama dalam sejarah NBA yang bermai empat dekade berbeda. Meskipun ia mungkin terkenal karena musimnya dengan Raptors, Carter juga bermain untuk New Jersey Nets, Orlando Magic, Dallas Mavericks, Memphis Grizzlies, Phoenix Suns dan Sacramento Kings sebelum menghabiskan dua musim terakhir karirnya bersama Hawks.

Seleksi tim All-NBA dua kali dalam karirnya, Carter meninggalkan NBA peringkat No. 19 di daftar skor sepanjang masa. Dia juga berada di 10 besar dalam hampir setiap kategori dalam sejarah Raptors, termasuk poin yang dicetak (4), assist (6), steal (5), blok (4), sasaran lapangan (3) dan 3-pointer (5). (NBA/OL-3)
 

BERITA TERKAIT