26 June 2020, 04:53 WIB

PBB-Liga Arab Desak Israel Batalkan Aneksasi Tepi Barat


Al Jazeera/Nur/I-1 | Internasional

SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres kembali mengulangi seruannya kepada Israel untuk membatalkan rencananya mencaplok bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki dan Lembah Yordan.

Hal itu disampaikannya saat berbicara dalam pertemuan virtual Dewan Keamanan PBB (DK PBB) pada Rabu (24/6) waktu setempat. Jika rencana tersebut diimplementasikan, kata Guterres, itu akan sangat membahayakan prospek solusi dua negara dan melemahkan kemungkinan pembaruan perundingan. “Saya menyerukan pemerintah Israel untuk membatalkan rencana pencaplokannya,” katanya seperti dikutip dari Al Jazeera.

Seruan juga digaungkan para pemimpin dan menteri luar negeri lainnya yang berbicara dalam pertemuan virtual tersebut. Mereka memperingatkan bahwa tindakan sepihak Israel dapat memicu eskalasi besar di wilayah tersebut.

“Selama tiga dekade, perdamaian nyata dan pembentukan negara Palestina yang merdeka, tetap sulit dipahami. Keputusasaan mendominasi suasana Palestina,” kata Ketua Liga Arab Ahmed Aboul Gheit.

Pertemuan itu dipandang sebagai pertemuan internasional terakhir sebelum pemerintahan PM Israel Benjamin Netanyahu memulai rencananya untuk melakukan aneksasi Tepi Barat pada 1 Juli.

Utusan Perdamaian PBB untuk Timur Tengah Nickolay Mladenov memperingatkan implikasi hukum, keamanan, dan ekonomi dari rencana aneksasi itu. “Hari ini, kita semakin jauh dari tujuan ini (solusi dua negara),” katanya.

25 negara kecam Israel

Pada Rabu, lebih dari 1.000 anggota parlemen yang mewakili 25 negara-negara Eropa menandatangani surat yang mengecam rencana Israel mendesak para pemimpin mereka untuk mencegah proses aneksasi dan menyelamatkan prospek solusi dua negara.

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Malki memperingatkan bahwa aneksasi akan menjadi kejahatan dan menyebabkan dampak langsung dan nyata.

“Israel sedang menguji tekad masyarakat internasional, berpikir bahwa apartheid kolonialnya akan menang. Kita harus membuktikannya salah,” kata al-Malki kepada dewan dan menyerukan masyarakat internasional menjatuhkan sanksi terhadap Israel.

Dalam sebuah pernyataan bersama, tujuh negara Eropa, yaitu Belgia, Inggris, Estonia, Prancis, Jerman, Irlandia, dan Norwegia memperingatkan aneksasi akan sangat merusak prospek untuk melanjutkan kembali proses perdamaian Timur Tengah. “Dalam hukum internasional, pencaplokan akan memiliki konsekuensi bagi hubungan dekat kita dengan Israel dan tidak akan diakui oleh kita,” mereka pun memperingatkan. (Al Jazeera/Nur/I-1)

BERITA TERKAIT