26 June 2020, 04:15 WIB

22 RW Zona Merah Baru di Ibu Kota


MI | Megapolitan

GUBERNUR Anies Baswedan saat mulai memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi pada 4 Juni lalu menyebut masih ada 66 rukun warga (RW) yang berada di zona merah. Menurut dia, 66 RW tersebut masih harus ditangani dan mendapat perhatian khusus.

Saat ini, Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta Premi Lasari mengungkapkan jumlah RW berzona merah yang semula 66 turun menjadi 5 RW. Itu ialah hasil tahap per tama pengendalian ketat berskala lokal (PKBL) tingkat RW dari 4 hingga 18 Juni.

“Jadi, kita punya pekerjaan rumah untuk lima RW yang merah itu, harus kita ubah menjadi kuning bahkan hijau,” ungkap Premi dalam webinar Pelaksanaan Pembatasan Sosial di DKI Jakarta, kemarin.

Namun, Premi mengatakan ada penambahan 22 RW zona merah baru yang masuk PKBL. Jadi, total ada 27 RW yang masuk PKBL oleh Pemprov DKI. “Jadi, di PKBL tahap kedua ini kami langsungkan pada 19 Juni-2 Juli, ada 27 RW,” kata Premi.

Sementara itu, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional membeberkan analisis mereka dan menyatakan Jakarta Pusat ialah daerah yang memiliki kasus tertinggi covid-19 berdasarkan perbandingan terhadap rasio per 100 ribu penduduk.

Gubernur DKI Anies Baswedan menyebut hal itu terjadi karena banyaknya pemeriksaan tes covid-19 kepada warga. Dinas Kesehatan DKI mengerahkan jajaran mereka hingga ke tingkat puskesmas untuk melakukan active case finding dengan memeriksa warga perihal covid-19 baik dengan metode swab PCR maupun rapid test.

Secara kumulatif, pemeriksaan PCR sampai dengan 22 Juni 2020 sebanyak 255.690 sampel. Pada 22 Juni 2020, dilakukan tes PCR pada 3.310 orang, 2.841 di antaranya dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru, dengan hasil 166 positif dan 2.675 negatif.

Selain itu, secara kumulatif pula testing rate untuk pemeriksaan PCR di DKI ialah 11.700 tes per 1 juta penduduk. Dalam periode 1 minggu terakhir, yaitu sebanyak 2.034 tes per 1 juta penduduk, lebih dari target WHO 1.000 tes per 1 juta penduduk.

Anies pun menjelaskan penemuan banyak kasus positif itu berdampak positif. Ia bisa menekan laju penyebaran karena begitu ditemukan kasus positif, warga bisa diisolasi. Sementara itu, Kantor Kelurahan Cengkareng Timur di tutup sementara karena ada empat pegawai mereka terinfeksi covid-19.

Lurah Cengkareng Timur Ar dih Muhur menuturkan dari kemarin hingga Minggu (28/6) kantornya ditutup dan akan buka kembali Senin (29/6).

“Jadi, dari hasil tes swab dari 134 pegawai, ada empat yang positif covid-19. Tes itu dilakukan pada 16 Juni lalu,” jelas Ardih.

Di tempat terpisah, Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan pasar tradisional bukanlah pusat penyebaran (episentrum) covid-19. “Menurut data, hanya 2% kasus positif yang terjadi di pasar maka dipastikan, pasar bukan menjadi episentrum terbesar dalam penyebaran
covid-19 di Jakarta,” ungkap Arief.

Ia menyebut PD Pasar Jaya sudah berupaya meminimalkan penyebaran covid-19 di pasar tradisional dengan menetapkan langkah-langkah protokol kesehatan covid-19, baik bagi pedagang maupun pengunjung, dan memonitor secara berkala. (Ins/Put/Ssr/J-1)

BERITA TERKAIT