25 June 2020, 18:06 WIB

Proyeksi IMF Pemicu IHSG Ditutup Melemah Hari Ini


Hilda Julaika | Ekonomi

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah Kamis (25/6) sore. Saham berada di zona merah dengan pelemahan sebesar 1,37% atau 68 poin menuju 4.896 poin.

Sudah dibuka melemah sejak pembukaan perdagangan, pergerakan saham konsisten berada di zona merah hari ini. 

Adapun pelemahan saham ini dengan frekuensi transaksi 521,98 dan volume transaksi 7,2 triliun. Adapun total saham yang diperdagangkan sebesar 5683 triliun. Sementara itu, sebanyak 324 saham anjlok, 93 saham naik, dan 142 saham tak bergerak (stagnan).

Hal yang sama menimpa kumpulan 45 saham unggulan (LQ45) yang bertengger di zona merah. Dengan pelemahan sebesar 1,54% atau menuju 760 poin.

Baca juga: Rencana IPO Anak Usaha, Pertamina: Masih Dikaji

Menurut Analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama penyebab IHSG ini sebagai dampak proyeksi Internation Monetary Fund (IMF) soal pertumbuhan ekonomi dunia di 2020 ini. IMF memprediksi ekonomi dunia akan melemah hingga 4,9%.

“Kekhawatiran market mengenai penetapan IMF yang memproyeksi perekonomian dunia minus 4,9% di tahun 2020 merupakan sentimen negatif bagi IHSG,” ujar Nafan kepada Media Indonesia, Kamis (25/6).

Selain itu, sentimen negatif seperti ketakutan akan adanya gelombang kedua (second wave) covid-19 pun masih berpengaruh. Menurutnya pasar masih menyimpan kekhawatiran akan datanganya babak baru pandemi covid-19 ini.

“Kekhawatiran market mengenai keberlanjutan virus korona (second wave) juga masih jadi sentiment negatif,” imbuhnya.

Adapun beberapa saham yang memperoleh keuntungan (gainers) ada PAMG, KBAG, ENVY, BULL, OPMS, ASPI, dan DMMX. Sementara itu, saham yang merugi (losers) di antaranya, KREN, BBNI, CTRA, ADRO, PGAS, MNCN, BBTN, PTBA, PWON, TOWR, dan lainnya. (A-2)

BERITA TERKAIT