25 June 2020, 09:50 WIB

IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan Meski Dibuka Melemah


Hilda Julaika | Ekonomi

PAGI  ini (25/6) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah sebesar0,64% atau 31 poin menuju level 4.932  pada pukul 09.15.
Penurunan IHSG pagi ini diikuti dengan frekuensi transaksi 85.520 dan volume transaksi Rp1,28 triliun. Sebanyak 204 saham jatuh, 70 saham dalam posisi naik, dan 119 saham diam di tempat (stagnan).

Hal yang sama menimpa kumpulan 45 saham unggulan (LQ45) yang berada di zona merah. Dengan pelemahan sebesar 0,79% atau menuju level 765.

Meski begitu, sejumlah pengamat justru memprediksi penguatan saham hari ini.  Menurut Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada hari ini akan mengalami penguatan melanjutkan penutupan saham kemarin. Menurutnya, secara teknikal laju IHSG masih cukup kuat bertahan dalam tren positif jangka menengah, dan akan kembali bermain di atas Moving Average 5-Day (MA5) dan MA20.

Lanjar mengatakan, pergerakan IHSG akan menguji upper bollinger bands sebagai konfirmasi penguatan lanjutan. 

"Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak untuk melanjutkan penguatan, dengan support-resistance di level 4.926-5.050,".ujar Lanjar melalui keterangan resminya, Rabu (25/6).

Sementara itu, berdasarkan pengamatan Analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, IHSG hari ini diprediksi akan mengalami lanjutan penguatan. 

Hal ini terlihat dari indikator MACD yang telah membentuk pola dead cross di area positif. Sementara indikator Stochastic maupun RSI sudah berada di area netral.

"Namun, terlihat pola bullish engulfing line candlestick yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG , sehingga indeks berpeluang menuju level resistance terdekat," ujar Nafan.

Berdasarkan rasio fibonacci, kata Nafan, iHSG memiliki support pertama dan kedua di level 4.865 dan 4.778, sedangkan target resistance pertama dan kedua di posisi 5.097 dan 5.172.

Dengan demikian, jelas dia, adanya upaya IHSG akan mempertahankan posisi dalam pola kenaikan. Dan hal ini bisa dimanfaatkan pelaku pasar dengan mengakumulasi pembelian saham AALI, GJTL, GMPI, HMSP, INDY, dan TBIG. (E-1)

BERITA TERKAIT