25 June 2020, 00:35 WIB

PBB Desak Israel Batalkan Aneksasi Tepi Barat


MI | Internasional

SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak Israel untuk membatalkan rencananya mencaplok bagian Tepi Barat yang diduduki. 

Hal itu tertuang dalam laporan kepada Dewan Keamanan PBB yang muncul menjelang pertemuan tentang konflik Israel-Palestina yang ditetapkan pada Rabu. “Saya menyerukan Israel untuk membatalkan rencana aneksasinya,” kata Guterres dalam laporan yang dipublikasikan pada Selasa.

Jika rencana tersebut dilakukan, itu akan menjadi pelanggaran terhadap hukum internasional. “Jika diterapkan, itu akan menjadi pelanggaran paling serius terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB,” ucap Guterres.

Dalam dokumen itu, Guterres mengatakan bahwa aneksasi yang akan dilakukan Israel itu akan menghancurkan harapan untuk negosiasi baru dan solusi dua negara akhirnya. “Ini akan menjadi bencana bagi Palestina, Israel, dan wilayah itu,” tegasnya. 


Tolak aneksasi

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, menyampaikan isu Palestina, yakni terkait rencana aneksasi Tepi Barat yang akan dilakukan oleh Israel dalam pertemuan ke-35 ASEAN Political and Security Community Council (APSC), Rabu (24/6).

Ia kembali menekankan bahwa rencana aneksasi itu merupakan pelanggaran hukum internasional dan berbagai resolusi PBB. Hal itu juga dapat memundurkan upaya diplomasi dan perdamaian serta melemahkan two state solution.

“Saya mengajak negara anggota ASEAN untuk dapat bertindak secara kolektif mendukung hak-hak Palestina dan menolak rencana aneksasi oleh Israel,” kata Retno dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (24/6).

Ia pun mengatakan bahwa dalam pertemuan Extraordinary Ministerial Pledging Conference for UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East) pada 23 Juni, Indonesia menyampaikan komitmen untuk memberikan kontribusi keuangan bagi Palestina.

“Kita sampaikan saat ini semua negara sedang menghadapi situasi yang tidak mudah karena adanya pandemi. Namun, Indonesia masih memiliki hati dan komitmen untuk Palestina termasuk kontribusi fi nansial kita bagi UNRWA,” katanya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya bisa memulai proses aneksasi mulai 1 Juli. Rencananya mencaplok permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Lembah Yordan yang strategis. (France24/Nur/I-1)
 

BERITA TERKAIT