24 June 2020, 19:41 WIB

Salah Sasaran, Seribu Paket Bantuan JPS Jambi Gagal Disalurkan


Solmi | Nusantara

Terdeteksi salah salah sasaran dan tumpang tindih, ribuan paket bantuan Jaring Pengaman Sosial (Provinsi Jambi) Tahap I berupa paket sembako bernilai Rp350 Ribu dan uang tunai Rp250 Ribu, gagal disalurkan.

Kepala Dinas Sosial dan Pencatatan Sipil (Dinsosdukcapil) Provinsi Jambi Arief yang menggawangi pendistribusian  bantuan JPS Provinsi Jambi mengakui itu kepada awak media, Rabu (24/6).

Arif mengatakan, sekitar seribu paket bantuan JPS Provinsi Jambi tidak bisa disalurkan karena adanya tumpang tindih dan salah sasaran. Bahkan dari laporan yang dia diterima, disinyalir aparatur sipil negara (ASN), perangkat desa dan warga dengan ekonomi berkecukupan ikut menerima paket bantuan JPS.

Baca Juga: Para Bupati di Jambi Gulirkan Bansos

"Kita akui, setelah verifikasi data dan diinvestigasi penerima ada yang bersatus aparatur sipil negara (ASN), ada nama penerima yang double, aparat desa. Insya Allah akan kita benahi pada penyaluran tahap kedua nanti, sehingga benar-benar jatuh ke tangan warga yang berhak,'' kata Arif.

Arif memaparkan, paket bantuan JPS Provinsi Jambi yang bernilai lebih Rp100 miliar bersumber dari dana realokasi anggaran APBD Jambi TA 2020, sejatinya dialokasi untuk 30 ribu kepala keluarga terdampak Covid-19. Setiap kepala keluarga dijatahi setiap bulan selama tiga bulan senilai Rp600 Ribu, berupa paket sembako dan uang tunai. Penyalurannya menggunakan jasa PT Pos Indonesia.

Penyaluran tahap kedua akan diupayakan akhir Juni, setelah penyaluran di beberapa kabupaten yang masih terkendala soal pendataan calon penerima bantuan kelar semua.

Baca Juga: Nilai Gotong Royong Mampu Atasi Dampak Pandemi Covid-19

"Dalam kondisi saat begini, kita tidak perlu mencari siapa yang salah. Harus kita benahi, dan sangat berharap masyarakat dan perangkat desa sampai ke tingkat Ketua RT memberikan data penerima yang akurat, supaya bantuan cepat dan tepat tersalurkan,'' katanya. (SL/OL-10)

BERITA TERKAIT