24 June 2020, 18:34 WIB

KPAI dan Plan Indonesia Serukan Jaminan Pelindungan Anak


Usman Kansong | Humaniora

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berkolaborasi dengan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) menggelar dengar pendapat anak dan kaum muda pada Rabu (25/6) secara daring.

Sekitar 50 anak dan kaum muda dari berbagai daerah berdialog langsung dengan Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati, Komisioner Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Jasra Putra, dan Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti.

"Kami mendorong agar suara anak-anak dari berbagai latar belakang didengar oleh komisi negara dan dijadikan pertimbangan dalam membuat kebijakan terkait pemenuhan hak dan pelindungan dalam situasi pandemi virus korona atau covid-19," kata Dini.

Baca juga: Pemerintah Susun Protokol Perlindungan Anak Saat Pandemi

Dini juga berharap anak-anak tetap aktif dan berdaya menyuarakan gagasan terkait beragam masalah yang mereka hadapi dan berdampak dalam kehidupan sehari-hari terutama di saat masa wabah covid-19.

Dalam acara ini, anak-anak menyampaikan beberapa isu dan rekomendasi, di antaranya dalam hal pemenuhan hak kesehatan, pelindungan dari kekerasan, dan kekerasan berbasis gender termasuk yang terjadi di hunian sementara, mekanisme pelaporan kasus kekerasan, pemenuhan hak tumbuh kembang anak, perkawinan anak, dan pekerja anak.

Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati mengapresiasi kegiatan dengar pendapat yang difasilitasi oleh Plan Indonesia. "Saya bangga melihat anak-anak Indonesia dapat menyampaikan rekomendasi langsung kepada KPAI dan akan dijadikan sebagai salah satu landasan KPAI dalam memberikan masukan kebijakan kepada pemerintah. Semangat kalian mendorong kami untuk mewujudkan pelindungan dan pemberdayaan anak yang setara di seluruh Indonesia," ujar Rita.

Anak-anak yang terlibat dalam forum ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia termasuk wilayah terpencil, kepulauan dan tertinggal serta anak dengan disabilitas. Mereka berasal dari Maluku, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Riau, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Papua. Anak-anak peserta juga merupakan perwakilan dari Forum Anak chapter Nasional dan daerah, Youth Coalition for Girls (YCG) chapter Nasional, Kupang dan Riau; Youth Advisory Panel (YAP) Plan Indonesia di Kabupaten/Kota Jakarta, Timor Tengah Selatan, Lembata, Nagekeo; alumni International Day of the Girls (IDG) serta komunitas anak dan kaum muda mitra Plan Indonesia.

Baca juga: Perlindungan Anak Jadi Prioritas

Dalam upaya mendukung program pemerintah, Plan Indonesia telah melakukan tanggap darurat dengan memastikan pelindungan hak anak di masa pandemik, khususnya anak perempuan, anak penyandang disabilitas, anak dalam keluarga ekonomi lemah, dan anak di wilayah terpencil yang sulit akses logistik dan infrastruktur.

Plan Indonesia bersama mitra mendorong upaya pencegahan terjadinya kekerasan pada anak dengan memperkuat mekanisme pelindungan anak berbasis komunitas termasuk mekanisme pelaporan yang ramah anak, penyebarluasan informasi nomor telepon pengaduan jika terjadi dugaan kekerasan. Wilayah tanggap covid-19 dari Plan Indonesia yaitu Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nagekeo, Lembata, Belu, Malaka, Manggarai, Nusa Tenggara Barat di Lombok Barat, Lombok Utara dan Mataram, Sumbawa, DKI Jakarta di 18 kelurahan dan Jawa Tengah.   

Hingga saat ini tercatat lebih dari 400.000 anak dan orang dewasa sebagai penerima manfaat langsung tanggap darurat Plan Indonesia dalam bentuk penyediaan air bersih dan alat kebersihan, kegiatan promosi kebersihan, pelindungan anak dan memastikan akses pendidikan untuk anak-anak di daerah terpencil. Plan Indonesia berupaya menyediakan ruang aman bagi anak dan kaum muda terutama perempuan untuk menyuarakan tantangan yang dihadapi selama masa pandemik serta gagasan dan aspirasi mereka. (X-15)

BERITA TERKAIT