24 June 2020, 15:10 WIB

Jambi Dorong UMKM Mulai Berbisnis Digital


Solmi | Nusantara

PEMERINTAH  Provinsi Jambi dorong para pelaku UMKM di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah menggunakan platform digital untuk memajukan usaha di era serba digital saat ini.  Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman mengatakan Pemprov Jambi akan mendorong UMKM beradaptasi dengan era digital.

"Ini selaras dengan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia yang diluncurkan Presiden pertengah Mei lalu. Pemerintah daerah dituntut berperan aktif, karena berdampak positif terhadap kemajuan perekonomian di sektor UMKM," kata Sudirman, Rabu (24/6).

Sudirman menerangkan, berdasarkan arahan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah harus memulai tahapan baru di tengah kondisi pandemi covid-19 yang masih melanda Indonesia, termasuk  Jambi. Pasalnya, problematika ekonomi saat ini tidak dapat dipisahkan dari wabah covid-19.

Ditambahkannya, saat ini, seluruh UMKM di Indonesia khususnya yang ada di Provinsi Jambi harus sudah memulai merambah platform digital, dalam hal ini bisnis online. Berdasarkan beberapa catatan yang ada, bisnis online ini menjanjikan untuk mengatasi perlambatan perekonomi  akibat dampak pandemi.

"Kita berupaya semaksimal mungkin menggerakkan UMKM di Jambi untuk terus berkreasi melalui platform digital. Langkah awal adalah kita akan menginventarisasi UMKM yang ada di Provinsi Jambi dengan berbagai potensi yang dimiliki untuk digerakkan ke arah sana," katanya. 

baca juga: Cemarkan Megawati, Tujuh Akun Medsos Dilaporkan

Inventarisasi kondisi UMKM sebagai langkah awal. Selanjutnya Pemerintah Provinsi Jambi akan mengkaji lebih mendalam terkait bisnis model apa yang sangat berpotensi untuk dapat dikembangkan pelaku UMKM dalam menggunakan platform digital.

"Selain itu, kita juga akan mendorong masyarakat Provinsi Jambi untuk membeli produk-produk buatan dalam negeri guna mendukung gerakan nasional yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Pusat. Kita nantinya akan membentuk tim diseminasi informasi dalam rangka mempromosikan produk dalam negeri, sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat," tegasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT