24 June 2020, 09:27 WIB

PBB Desak Israel Batalkan Rencana Aneksasi Tepi Barat


Nur Aivanni | Internasional

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak Israel untuk membatalkan rencananya mencaplok bagian Tepi Barat yang diduduki. Hal tersebut tertuang dalam laporan kepada Dewan Keamanan PBB yang muncul menjelang pertemuan tentang konflik Israel-Palestina yang ditetapkan pada Rabu.

"Saya menyerukan Israel untuk membatalkan rencana aneksasinya," kata Guterres dalam laporan yang dipublikasikan pada Selasa.

Jika rencana tersebut dilakukan, lanjutnya, itu akan menjadi pelanggaran paling serius terhadap hukum internasional. "Jika diterapkan, itu akan menjadi pelanggaran paling serius terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB," ucap Guterres.

Dalam dokumen itu, Guterres mengatakan bahwa aneksasi yang akan dilakukan Israel tersebut akan menghancurkan harapan untuk negosiasi baru dan solusi dua negara akhirnya.

"Ini akan menjadi bencana bagi Palestina, Israel dan wilayah itu," tegasnya.

Baca juga: Korea Utara Tunda Rencana Aksi Militer terhadap Korea Selatan

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya bisa memulai proses aneksasi mulai 1 Juli. Rencananya adalah mencaplok permukiman Yahudi di Tepi Barat serta Lembah Yordan yang strategis. Rencana Israel itu telah ditolak seluruhnya oleh Palestina.

Pertemuan Dewan Keamanan PBB yang akan diadakan melalui konferensi video itu akan menjadi pertemuan internasional besar terakhir tentang masalah tersebut sebelum batas waktu 1 Juli.

"Setiap keputusan tentang kedaulatan hanya akan dibuat oleh pemerintah Israel," ujar Utusan Israel untuk PBB Danny Danon dalam sebuah pernyataan pada Selasa.

Para diplomat yang berbicara kepada AFP mengatakan sebagian besar anggota PBB akan kembali menentang rencana Israel tersebut pada Rabu.

"Kami harus mengirim pesan yang jelas," kata seorang utusan. Tidak cukup hanya dengan mengutuk kebijakan Israel tersebut, lanjutnya, tapi harus meningkatkan kasus ke Mahkamah Internasional. (France24/OL-14)

BERITA TERKAIT