23 June 2020, 18:50 WIB

Taman Nasional Komodo Kembali Dibuka untuk Umum


John Lewar | Nusantara

Objek wisata kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) yang berada di kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah kembali dibuka untuk kunjungan wisata baik dalam maupun luar negeri sejak 22 Juni 2020 kemarin.

Sebelumnya sejak pandemi virus korona awal Maret 2020 lalu, otoritas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan menutup total aktivitas kunjungan wisatawan baik di darat maupun di laut, akibat ancaman persebaran virus korona dari aktivitas kunjungan itu.

Per 22 Juni 2020 pukul 9.35 WITA, Labuan Bajo secara bertahap spot wisata milik Balai TN komodo telah bisa dikunjungi untuk berwisata. Hal itu disampaikan gubernur NTT, Victor Laiskodat, usai mengunjungi Pulau Padar di dalam kawasan TNK.

"Kemarin saya bersama rombongan sudah masuk ke salah satu objek wisata Pulau Padar dan saya menyatakan kawasan tersebut sudah bisa dibuka untuk kunjungan wisata," kata Laiskodat pada wartawan di kantor Camat Mbliling, Selasa (23/6).

Baca juga: Akhir Juni, Obyek Wisata di Majalengka Dibuka Lagi

Menurutnya, ini hasil kordinasi dengan pusat. "Supaya orang bisa berusaha mendapatkan sesuatu demi kelangsungan ekonomi masyarakat," lanjutnya

Untuk menyambut new normal, kata Laiskodat, objek wisata TNK dibuka secara bertahap dan menerapkan protokol kesehatan.

"Tidak semua kawasan itu dibuka (sekaligus), tetapi secara perlahan. Satu per satu, sambil melihat dan mengevaluasi perkembangan persebaran virus korona di daerah ini," tukas Laiskodat.

Dari hasil kordinasi, imbuhnya, dengan jajaran terkait di tingkat kementerian di pusat, disetujui bahwa kawasan Pulau Komodo boleh dibuka untuk umum. "Tapi jumlah pengunjung dibatasi," tegas Laiskodat.

Sementara itu, di tempat terpisah kepala BTNK Lukita Awang mengatakan TNK akan dibuka secepatnya.

"Kalau soal akan kembali dibuka untuk kunjungan wisata, kemungkinan dalam waktu dekat ini dibuka, tapi masih menunggu surat keputusan dari KLHK," ujar Lukita.

"Pengunjung akan dibatasi per harinya maksimal 25 orang wisatawan. Para pengunjung diwajibkan mematuhi protokol keselamatan korona, yaitu mengenakan masker, selalu mencuci tangan, dan menjaga jarak," tegasnya. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT