23 June 2020, 13:40 WIB

Sumbar Klaim Pasien Covid Sembuh Terbanyak se-Indonesia


Yose Hendra | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mengklaim angka kesembuhan pasien covid-19 di wilayhnya tertinggi secara nasional.

Total warga Sumbar positif terinfeksi covid-19 sampai hari Selasa (23/6) adalah 712 orang dari jumlah itu yang sembuh 526 orang. Atau diprosentasikan sebanyak 73,88% pasien Covid-19 yang sembuh di sana Sedangkan meninggal dunia 30 orang (4,12%). Lalu dirawat di rumah sakit dan isolasi mandiri sejumlah 156 orang (21,91%).

"Angka kesembuhan pasien Covid-19 di Sumbar tertinggi secara nasional, yakni mencapai 73,88% dengan 4,12% angka kematian," kata Kepala Dinas Kominfo Sumbar selaku Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar Jasman Rizal, Selasa (23/6).

Sisi lain, penanganan covid-19 di Provinsi Sumatra Barat dipandang cukup berhasil, hal ini dibuktikan dengan penurunan jumlah kasus harian secara signifikan.

"Setidaknya dalam tiga minggu terakhir, kasus baru di 19 kabupaten/ kota berada pada kisaran dibawah 10 kasus," ujar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.

Gubernur Irwan menuturkan bahwa semenjak ditemukannya kasus perdana pada 26 Maret 2010, pihaknya langsung melakukan berbagai intervensi untuk mengendalikan penyebaran.

"Kami menyadari, scientist lah yang bisa menyelesaikan Covid-19, penyakit bisa disembuhkan dengan vaksin atau obat, namun karena belum ditemukan, kuncinya adalah memutus rantai penularannya," paparnya.

Menurut Gubernur, untuk memutus penularan terdapat beberapa upaya intervensi yang dilakukan secara masif, diantaranya meliputi testing, tracking, isolation dan treatment.

"Untuk testing, Alhamdulillah kita support Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran UNAND, lab ini sudah bisa memeriksa sampai dengan 2.000 spesimen Swab per hari," ungkapnya.

Disamping itu dikatakan Provinsi Sumatra Barat juga menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serentak pada 19 kabupaten/kota. Semua jalur perbatasan, baik darat, laut dan udara dipantau secara ketat.

"Ini cukup mengantisipasi adanya penyebaran kasus impor yang berasal dari luar daerah," pungkasnya. Yose Hendra (OL-13)

Baca Juga: Polda Metro Jaya luncurkan Portal Peduli Covid-19

BERITA TERKAIT