22 June 2020, 11:20 WIB

Polisi Tetapkan Serangan Penusukan Reading Insiden Teroris


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Polisi Inggris, Minggu (21/6), menyatakan insiden penikaman baru-baru ini yang menewaskan tiga orang di Reading sebagai insiden teroris.

"Polisi Kontra-Terorisme sekarang dapat mengonfirmasi insiden penikaman yang terjadi di Reading Sabtu (20/6) malam, kini telah dinyatakan sebagai insiden teroris," kata Kepolisian Thames Valley dalam sebuah pernyataan.

Petugas dari Counter Terrorism Policing South East (CTPSE) telah bekerja sama dengan Departemen Kejahatan Besar Kepolisian Thames Valley sepanjang malam, lanjutnya.

Wakil Asisten Komisaris Dean Haydon, Koordinator Nasional Senior untuk jaringan Penanggulangan Terorisme, pagi ini menyatakan insiden itu sebagai insiden teroris, dan CTPSE akan mengambil alih penyelidikan, imbuh pernyataan itu.

Polisi setempat sebelumnya mengatakan penyelidikan pembunuhan telah diluncurkan ke insiden itu. Seorang pria yang disebut orang Libya menyerang kerumunan orang dengan pisau, sehingga menewaskan tiga orang dan melukai tiga lainnya.

Baca juga: LSM: Israel Lakukan Tes Senjata Kejam pada Hewan

Polisi mengatakan seorang pria berusia 25 tahun ditahan di tempat kejadian dan telah ditangkap karena dicurigai melakukan pembunuhan.

"Kami akan bekerja erat dengan mitra kami selama beberapa hari dan minggu mendatang untuk mendukung komunitas Reading selama masa ini, serta dengan CTPSE ketika mereka melanjutkan penyelidikan mereka," kata Kepala Polisi John Campbell.

"Polisi di kepolisian terus berada di tempat dan kemungkinan untuk beberapa waktu karena CTPSE bekerja lebih jauh untuk menyelidiki insiden ini dan menetapkan apa yang terjadi," tambahnya.

Polisi mengatakan mereka tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 di Forbury Gardens di Reading tak lama setelah protes Black Lives Matter.

"Tidak ada indikasi insiden ini terkait dengan protes Black Lives Matter yang terjadi di Reading hari ini (Sabtu)," kata polisi.

"Pikiran saya tertuju pada semua yang terkena dampak insiden mengerikan di Reading dan terima kasih saya kepada layanan darurat di tempat kejadian," kata Perdana Menteri Boris Johnson di Twitter.

Menteri Dalam Negeri Priti Patel mengatakan dia sangat prihatin mendengar laporan tentang insiden di Reading. (AA/OL-14)

 

BERITA TERKAIT