22 June 2020, 05:20 WIB

Balai Abiyoso Bangun Literasi Penyandang Disabilitas


DG/N-2 | Nusantara

DIRJEN Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat, mendeklarasikan Balai Literasi Braille Indonesia (BLBI) Abiyoso sebagai salah satu pembangun peradaban literasi bagi penyandang disabilitas. Balai ini menjadi satu-satunya unit pelaksana teknis di Kementerian Sosial yang mengelola literasi braille bagi penyandang disabilitas sensorik netra (PDSN).

“Abiyoso juga menjadi rujukan nasional dan laboratorium literasi braille di Indonesia. BLBI Abiyoso juga membuat cakrawala disabilitas netra agar melek akses terhadap informasi. Selain membantu pemberantasan buta huruf braille, balai ini juga membuat kalangan PDSN mampu menantang dunia lewat jemari,” tandas Harry Hikmat di Kota Cimahi, Jawa Barat, kemarin.

Balai Abiyoso juga memberikan layanan literasi, antara lain penerbitan/pencetakan buku-buku braille dan audio, serta bimbingan teknis aksesibilitas baca-tulis Arab dan latin braille. Mereka juga sering mengikuti pameran literasi di berbagai daerah berskala nasional hingga internasional.

Balai tersebut merupakan anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI). Selama 2020, Abiyoso memproduksi 47.400 judul buku yang terdiri atas 35.492 buku cetak braille, 11.700 buku bicara, 48 buku agama Islam digital pen, dan 160 buku panduan mengajar bentuk/braille. Hasil produksi mereka didistribusikan ke panti, SLB, lembaga kesejahteraan sosial, dan organisasi sosial. Sejak 1993, Balai Abiyoso dan JICA bekerja sama memproduksi buku bicara berupa kepingan CD. (DG/N-2)

 

BERITA TERKAIT