21 June 2020, 14:00 WIB

Semua Startup Indonesia Diharapkan Masuk Bursa


Mediaindonesia.com | Ekonomi

MASUKNYA semua perusahaan startup dan teknologi di bursa saham diharapkan dapat mendorong kemajuan ekonomi digital di Indonesia. Pasalnya hal itu dapat menjadi perantara perusahaan startup untuk mendapatkan modal dan mendorong perusahaan startup untuk menerapkan good corporate governance (GCG) yang salah satunya dengan IPO (Initial Public Offering).

Hal tersebut diungkapkan investor startup yang merupakan pendiri perusahaan modal ventura Indies Capital dan AC Ventures, Pandu Patria Sjahrir. “Saya ingin menggandeng perusahaan-perusahaan startup dan teknologi untuk bisa menjadi emiten di pasar modal kita,” terang Pandu dalam keterangan tertulis, Minggu (21/06).

Baca juga: Tiga Startup akan Wakili Indonesia di Kompetisi Startup Global

“Dengan masuk ke bursa saham, perusahaan startup akan didorong untuk lebih terbuka dan akuntabel,” lanjutnya.

Pandu yang juga merupakan CEO SEA Group Indonesia, mencontohkan keberhasilan SEA sebagai perusahaan game Asia Tenggara yang dikenal dengan Garena pernah sukses melantai ke bursa saham di New York pada tahun 2017. Hingga saat ini, kapitalisasi pasarnya mencapai lebih dari US$ 8 miliar atau setara Rp112 triliun.

Pria juga menjabat sebagai Dewan Komisaris Gojek itu dikabarkan masuk dalam jajaran calon anggota Dewan Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan diangkat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI  2020. Informasi tersebut didapat dari surat OJK bernomor S.169/D.04/2020 yang beredar Jumat (19/6/2020). Terkait kabar penunjukkan ini, Pandu menyampaikan dirinya ingin mengajak lebih banyak perusahaan startup dan teknologi masuk ke bursa.

Selain Pandu, terdapat nama-nama lain seperti John Aristiato Prasetio sebagai Komisaris Utama, Mohammad Noor Rachman Soejoeti, Heru Handayanto, dan Karman Pamurahardjo sebagai Komisaris. Kelima calon tersebut telah dinyatakan lolos fit and proper test dari OJK.

Kelima nama calon tersebut akan menggantikan jajaran komisaris BEI sebelumnya yang akan habis masa baktin. Dari kelima nama tersebut, dua nama yakni John Aristianto Prasetio dan Mohammad Noor Rachman Soejoeti adalah jajaran komisaris yang tergabung dalam kepengurusan sebelumnya bersama Garibaldi Thohir, Hendra H. Kustarjo, dan Lydia Trivelly Azhar. (Ant/A-1)

BERITA TERKAIT