21 June 2020, 12:45 WIB

Dishub Jelaskan Alasan Jalur Sepeda Lebih Lebar dari Pejalan Kaki


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Hari ini menjadi hari pertama penyelenggaraan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) dan Car Free Day (CFD) setelah ditiadakan tiga bulan lamanya akibat pandemi covid-19.

Ada yang berbeda dengan penyelenggaraan HBKB di masa transisi ini. Selain tidak adanya pedagang kaki lima yang ditujukan untuk mencegah kerumunan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga mengatur jalur area HBKB menjadi tiga, yakni untuk pejalan kaki, pesepeda, dan pelari.

Namun, tidak seperti penyelenggaraan HBKB di waktu normal di mana pesepeda mendapat satu lajur, pada HBKB kali ini, pesepeda mendapatkan tiga lajur dan pelari satu lajur. Lalu, para pejalan kaki hanya diperbolehkan untuk menggunakan trotoar.

Baca juga: Polda Metro Jaya Gelar Rapid Test Gratis di CFD

"Kenapa pesepeda lebih banyak? Karena dari hasil evaluasi kami dua minggu sebelumnya, ada peningkatan pengguna sepeda di area ini walaupun pada saat itu belum ditetapkan ada aktivitas HBKB," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat memantau HBKB di Bundaran HI, Minggu (21/6).

Kebijakan ini terbukti efektif saat HBKB diselenggarakan kembali hari ini. Cukup banyak pesepeda yang hadir dan terlokalisir dengan baik, sehingga antara pejalan kaki, pelari dan pesepeda tidak saling mengganggu.

"Dari data itu terbukti bahwa hari ini ada peningkatan signifikan dan alhamdulillah untuk pemisahan jalur yang kami siapkan itu optimal, sehingga tercipta efektif dan efisien," tuturnya.

Sementara itu, pada HBKB kali ini ada 1.000 personel Dishub DKI dan Satpol PP yang diterjunkan untuk menjaga kelancaran kegiatan di HBKB. Kegiatan HBKB ini juga didukung oleh TNI dan Polri. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT