21 June 2020, 07:45 WIB

Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Logistik Harus kembali Normal


Despian Nurhidayat | Ekonomi

TIDAK dapat dimungkiri jika pandemi covid-19 yang melanda dunia memberikan dampak besar terhadap perekonomian, baik global maupun nasional. Namun, saat ini Indonesia tengah berada dalam tahapan fase adaptasi kebiasaan baru transportasi laut. Semua aktivitas logistik domestik harus kembali normal seperti sediakala.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala) Kemenhub Wisnu Handoko mengatakan prinsip pergerakan transportasi laut pada masa covid-19, antara lain social distancing, menerapkan protokol kesehatan, dan melancarkan jalur logistik.

“Yang terpenting bagaimana memanfaatkan waktu yang sangat berharga dalam masa covid-19, termasuk menjaga kesehatan tubuh dan memastikan pelayanan transportasi laut tetap berjalan hingga ke depan,” kata Wisnu melalui keterangan resmi, kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Wisnu memaparkan tentang bagaimana bernavigasi di tengah pandemi covid-19 dengan mengatur industri maritim di Indonesia.

Jika berbicara tentang simpul logistik maritim di tengah covid-19, lanjut Wisnu, masih menunjukkan optimisme, yakni perdagangan dan logistik dunia masih terus berjalan di tengah covid-19.

“Peluang ekspor Indonesia masih ada asal tetap fokus pada produk yang dibutuhkan negara mitra,” ujar Wisnu.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan di tengah ancaman lesunya perekonomian akibat pandemi covid- 19, Bali mampu mengekspor manggis dan produk kerajinan tangan ke sejumlah negara.

“Ekspor ini merupakan langkah sangat penting, terlebih di tengah pandemi yang melanda seperti saat ini. Artinya, ekonomi kita tetap menggeliat di tengah situasi seperti ini. Para petani dan perajin Bali mengekspor manggis dan kerajinan tangan ke Uni Emirat Arab. Sektor pertanian dan kerajin an di Bali tetap berdenyut dan berjalan normal, bahkan mampu menembus pasar luar negeri,” tandas Koster. (Des/Ant/X-3)

BERITA TERKAIT