20 June 2020, 09:35 WIB

BKPM Pastikan Ada Investasi dari Relokasi Industri


Wan/Ant/E-3 | Ekonomi

KEPALA Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan segera ada investasi yang merupakan relokasi industri dari sejumlah negara.

Dalam webinar bertajuk Merayu Investor Datang Kembali di Jakarta, kemarin, Bahlil mengatakan BKPM telah berkomunikasi dengan para investor dan sudah memastikan relokasi sejumlah investasi.

“Di BKPM sudah ada yang masuk, ada yang 60%, ada yang masih penjajakan. Tapi data saya akan berikan saat diannounce (diumumkan) Presiden (Joko Widodo) karena yang saya kerjakan akan saya lapor ke Presiden. Habis itu akan saya sampaikan,” katanya.

Namun, Bahlil mengungkapkan jika sebelumnya pada 2017-2018 tidak ada satu pun investor yang melakukan relokasi industri dari Tiongkok ke Tanah Air, kali ini keadaannya akan berbeda. “Pada 2017-2018 tidak ada satu pun investor yang melakukan relokasi dari Tiongkok ke Indonesia, tapi kali ini insya Allah lebih dari satu, dua, tiga, empat, lebih. Tapi, tunggu Pak Presiden yang akan sampaikan. Kami harus clear-kan dulu datanya,” katanya.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Dukungan Organisasi Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Anton Listyanto mengatakan pihaknya siap membiayai penanggulangan pandemi covid-19 dan mendukung pemulihan ekonomi akibat penyebaran virus korona di Indonesia.

“LMAN siap karena kami juga mengalami surplus biaya operasional di kas BLU (Badan Layanan Umum Kementerian Keuangan). Kas BLU merupakan kas negara juga,” kata Anton.

Dia mengatakan pihaknya saat ini tinggal menunggu pemberian kewenangan teknis dari Menteri Keuangan yang akan memutuskan apakah dana tersebut akan digunakan untuk masuk dalam pos bagi upaya penanggulangan covid-19 atau tidak.

“LMAN selalu siap dari dana surplus. LMAN surplus anggaran, harus siap untuk keperluan negara. Kita laksanakan kalau diperintahkan,” ucapnya. (Wan/Ant/E-3)

BERITA TERKAIT