19 June 2020, 16:28 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II Direvisi Lagi Menjadi -3,8%


Despian Nurhidayat | Ekonomi

PEMERINTAH kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2020 yang sebelumnya diperkirakan -3,2%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2020 bahkan akan mengalami penurunan yang lebih dalam yakni sebesar -3,8%.

"Dalam kuartal 2 ini, kita mengalami tekanan, dan ini tidak mudah. Kemungkinan kita akan alami kondisi pertumbuhan ekonomi negatif yang cukup dalam. Estimasi BKF (Badan Kebijakan Fiskal) -3,8%," ungkapnya dalam acara Townhall Meeting Kemenkeu 2020, di Jakarta, Jumat (19/6).

Sri Mulyani menambahkan bahwa setelah pertumbuhan ekonomi nasional pada 2020 nantinya akan sangat menentukan dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II, III dan IV.

Baca juga: Keuangan Negara Tertekan, Sri Mulyani Minta Kemenkeu Tetap Solid

Ini merupakan tantangan yang saat ini tengah dihadapi oleh Indonesia. Dia pun mengharapkan serangkaian program pemulihan ekonomi nasional dapat menjadi penawar agar tidak terjadi resesi.

"Dengan seluruh program pemulihan ekonomi dan penanganan covid-19 yang sudah tertuang didalam postur APBN baru. APBN kita berubah luar biasa," sambungnya.

Dia pun berharap APBN sudah mulai sehat, sehingga memiliki defisit yang hanya 1,76%, dengan keseimbangan primer mendekati nol. Adapun, kebutuhan anggaran penanggulangan covid-19 ini didasarkan pada beberapa sektor, seperti kesehatan, jaring pengaman sosial alias bantuan sosial (bansos), serta dukungan dunia usaha berupa insentif perpajakan hingga fasilitas untuk keringanan kredit.

" Kita harus menjaga dan mengelola keuangan dengan benar," ujar Sri Mulyani. (A-2)

BERITA TERKAIT