19 June 2020, 16:14 WIB

Keuangan Negara Tertekan, Sri Mulyani Minta Kemenkeu Tetap Solid


Despian Nurhidayat | Ekonomi

MENTERI Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengajak seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk bekerja secara maksimal dalam menghadapi masa pandemi covid-19. 

Pasalnya, selain mengganggu sektor kesehatan, sektor ekonomi juga terdampak akibat pandemi.

"Keuangan negara mengalami tekanan luar biasa berat. Kalau anda semua adalah keluarga keuangan negara, saya berharap anda semua memiliki solidaritas rasa bahwa yang sedang kita kelola saat ini tekanannya luar biasa besar," ungkap Sri Mulyani dalam acara Townhall Meeting Kemenkeu 2020, Jumat (19/6).

Sri Mulyani menyampaikan, pandemi covid-19 menyebabkan pengeluaran belanja negara hampir menyentuh angka Rp700 triliun. Sementara itu, penerimaan pajak juga mengalami penurunan dan menyebabkan anggaran belanja naik tapi penerimaan turun.

Selain itu, defisit APBN juga diperkirakan akan naik dari yang diprediksi 1,76% sekarang kemungkinan besar akan berada di atas 6% dari PDB.

"Artinya kita butuh kinerja yang semakin keras, makin cerdas dan makin antisipatif untuk menjaga agar keuangan negara yang dalam kondisi tekanan yang berat tidak menjadi suatu tambahan masalah," sambungnya.

Baca juga: Semester II Jadi Penentu Pertumbuhan Ekonomi

Meskipun di tengah kondisi tekanan yang cukup dalam, Sri Mulyani menyebut Kemenkeu harus tetap mengelola keuangan dengan baik dan melakukan upaya penyehatan ke depannya.

"Itulah tugas kita dimana pun anda berada dimana pun fungsi anda. Anda harus ikut merasakan bahwa saat ini instrumen keuangan yaitu keuangan negara sedang menjalani suatu tugas luar biasa berat," pungkas Sri Mulyani. (A-2)

BERITA TERKAIT