19 June 2020, 15:28 WIB

Polisi Lalu Lintas Selandia Baru Tewas Ditembak


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

POLISI Selandia Baru memburu pelaku penembakan yang mengakibatkan satu perwira tewas dan satu lagi terluka di Kota Auckland.

Polisi mengatakan mereka sedang melakukan pemberhentian lalu lintas rutin, Jumat (19/6) pagi, ketika seseorang mulai menembaki mereka dan kabur. Mereka mengatakan kendaraan tersangka menabrak seorang warga yang juga terluka.

Baca juga: Tiongkok Catat 32 Kasus Baru Covid-19, 25 Kasus di Beijing

Komisaris Polisi Andrew Coster mengatakan tidak ada sesuatu yang menunjukkan hal luar biasa atau mencurigakan ketika mobil itu menepi.

Dia mengatakan petugas tidak membawa senjata saat itu. Polisi Selandia Baru tidak secara rutin membawa senjata tetapi biasanya senjata itu tersedia di bagasi kendaraan mereka.

"Ini adalah situasi yang mengejutkan. Ini adalah berita terburuk yang diterima polisi dan keluarga mereka," kata Coster kepada media.

Seorang warga ada yang tertabrak kendaraan itu ketika tersangka melarikan diri, kata polisi dalam sebuah pernyataan di Twitter. Coster mengatakan petugas kedua dirawat di rumah sakit dengan luka-luka serius, sementara saksi berada di rumah sakit dengan luka ringan.

"Langkah-langkah pengepungan telah dilakukan dan sekolah-sekolah di daerah terdekat telah disarankan untuk dikunci," kata Inspektur Naila Hassan, komandan Distrik Waitemata, dalam sebuah pernyataan.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan berita tersebut sangat menghancurkan atau menyakitkan

"Kehilangan seorang polisi berarti kehilangan seseorang yang bekerja untuk kita semua, tetapi juga anggota keluarga, seseorang yang dicintai dan teman," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Saksi mata Elaine Taniela mengatakan kepada The New Zealand Herald dia sedang ada di rumah ketika dia mendengar suara tembakan. Dia mengatakan seorang teman yang sedang dalam perjalanan ke rumahnya pada waktu itu menggambarkan ia melihat seorang petugas terbaring di tanah dalam kondisi gemetar.

Kejahatan senjata relatif jarang terjadi di Selandia Baru, tempat undang-undang telah diperketat dua kali sejak seorang pria bersenjata membunuh 51 jemaah Muslim di Christchurch tahun lalu dalam sebuah penembakan massal masa damai terburuk di negara itu. (CNA/OL-6)

BERITA TERKAIT