19 June 2020, 11:30 WIB

Kembangkan Kasus Jiwasraya, Kejagung Kembali Pemeriksa Saksi


Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum

TIM Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, Kamis, (18/6) memerikas Kepala Bagian (Kabag) Kepatuhan Pengelolaan Invrstasi PT Asuransi Jiwasraya Indry Puspitasari.

Pemeriksaan tersebut dilakukan terkait perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono, menyampaikan Indry diperiksa sebagai saksi pada perkara kali ini.

Selain Indry, Hari juga menyebutkan pihaknya memeriksa dua orang saksi lainnya untuk Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor: Print-33/F.2/Fd.1 /12/2019 tanggal 27 Desember 2019. Mereka adalah PO Saleh dan Jimmy Sutopo selaku nominee.

"Keterangan ketiga saksi diperlukan untuk mengetahui tentang bagaimana proses jual beli saham dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya," kata Hari, Kamis, (18/6) malam.

Ia juga menyebutkan, Penyidikan kali ini merupakan pengembangan dari perkara tindak pidana korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya yang telah membawa 6 Terdakwa ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dan sekarang sudah mulai disidangkan.

"Pemeriksaan juga dilakukan guna mencari dan menemukan pihak-pihak lain yang dapat dimintakan pertanggungjawaban atas kerugian keuangan negara pada pengelolaan keuangan dan dana investasi Asuransi Jiwasraya, baik secara perdata maupun secara pidana," tuturnya.

Baca juga: Jaksa Minta Sidang Jiwasraya Berlanjut

Adapun dapat diketahui, Kejaksaan Agung telah melimpahkan keenam berkas perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya, ke PN Tipikor Jakarta.

Keenam terdakwa tersebut saat ini tengah menjalani proses persidangan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Enam tersangka itu ialah Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat, Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, mantan Direktur Keuangan Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, dan Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

Keenam tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b serta Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Benny dan Heru juga terjerat tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Benny dan Heru juga dijerat Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) dan Pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. (A-2)

BERITA TERKAIT