19 June 2020, 10:38 WIB

PDIP Minta Layanan Kesehatan DKI Sebanding dengan Malaysia


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

SEKRETARIS Komisi E DPRD DKI Jakarta Johny Simanjutak nenuntut Dinas Kesehatan DKI untuk meningkatkan layanan dan kualitas kesehatan sebanding dengan negara lain seperti di Malaysia atau Thailand. 

Hal ini terkait evaluasi penanganan covid-19 selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Menurutnya, apa yang dimiliki Pemprov DKI seperti anggaran, kualitas sumber daya manusia (SDM) dan perlengkapan di bidang kesehatan sudah mumpuni.

"APBD DKI Jakarta sangat besar, sumber daya manusianya juga sudah oke dan juga fasilitas pemerintah pusat ada di Jakarta. Kalau dibandingkan dengan provinsi lain menurutku kurang pas juga. Harusnya diperbandingkan dengan Kuala Lumpur, Bangkok," kata Johny di Gedung DPRD DKI, Kamis (18/6).

Johny mengatakan Dinas Kesehatan DKI jangan terfokus pada pengobatan. Namun, dari segi pencegahan kurang. Ia meminta DKI harus lebih memperbanyak tes kesehatan untuk melacak penularan covid-19. Hal itu didukung dengan pengadaan labotarium yang memadai.

"Tapi menurut saya hal-hal untuk pencegahan itu yg harus diperbanyak. Labotarium diperbanyak. Tenaga-tenaga medis untuk lakukan tes harus diperbanyak," kata Politikus PDI Perjuangan itu.

Baca juga: DKI Usulkan Anggaran Penanganan Covid-19 Rp769 Miliar

Johny menuturkan, warga yang berada di perkampungan atau kumuh minim kesadaran akan bahaya covid-19 dan perilaku hidup sehat. Oleh karena itu, Pemprov DKI diminta intens lakukan sosialisasi soal tersebut.

"Di perkampungan atau pemukiman padat penduduk, disitu sebenarnya yang harus jadi perhatian. Harus lebih gencar sosialisasi, khususnya dalam pencegahan. Tidak lagi hanya mengimbau pakai masker, cuci tangan saja," pungkas Johny.

Tahun lalu, layanan kesehatan Malaysia dinobatkan sebagai yang terbaik di seluruh dunia. Penghargaan itu diberikan oleh International Living Annual Global Retirement Index 2019.

Selain itu, Market Development Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) juga mengungkapkan, tahun lalu warga Indonesia tercatat menjadi penyumbang terbesar pada sektor wisata kesehatan di Malaysia. Pelayanan yang baik dari pihak rumah sakit kepada pasien menjadi penyebab warga dari berbagai negara berobat ke Malaysia. (A-2)

 

 

BERITA TERKAIT