18 June 2020, 15:55 WIB

Waspadai Rob dan Gelombang Tinggi di Pesisir Selatan Jateng


Lilik Darmawan | Nusantara

ROB dan gelombang tinggi mengancam kembali wilayah pesisir di Jawa Tengah (Jateng). Bahkan, gelombang tinggi telah menggelamkan seorang nelayan di Cilacap dan hingga kini dinyatakan hilang.

Pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan mengatakan bahwa mulai 19-21 Juni ada ancaman gelombang tinggi dan rob yang datang bersamaan. "Ada potensi rob akibat fase bulan baru pada 21 Juni mendatang. Sehingga warga dan nelayan di pesisir harus waspada. Apalagi, bersamaan dengan kondisi air laut pasang, gelombang di Samudra Hindia juga tinggi," jelas Rendi, Kamis (18/6).

Dijelaskan Rendi, gelombang tinggi di Samudra Hindia bisa mencapai 2,5 hingga 4 meter akibat angin timuran yang kini berhembus. "Kondisi gelombang tinggi hingga 4 meter tersebut membahayakan bagi kapal nelayan terutama yang kecil," ujarnya.

Akibat gelombang tinggi tersebut, seorang nelayan yang hilang di perairan Teluk Penyu, Cilacap pada Kamis pagi. Nelayan bernama Wan Sodaransyah alias Karwan Betur, 44, warga Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan hilang ketika tengah mencari ikan di sekitar Teluk Penyu. Kapalnya berhasil dievaluasi hingga ke pinggiran pantai.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Cilacap I Nyoman Sidakarya mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan satu regu Basarnas untuk melakukan pencarian. "Tim pencari dilengkapi dengan berbagai macam peralatan yang melakukan penyisiran di sepanjang Pantai Cilacap," jelasnya. (OL-13)

Baca Juga: BMKG Ingatkan Waspadai Gelombang Tinggi di Laut NTT

 

BERITA TERKAIT