18 June 2020, 14:00 WIB

NasDem: Warga DKI Harusnya Cerdas Kurangi Penggunaan Plastik


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Larangan soal pemakaian kantong belanja plastik bakal diberlakukan di Jakarta Juli mendatang. Wakil Ketua Fraksi NasDem DKI Jakarta Nova Harivan Paloh tidak memungkiri bahwa kebiasaan warga untuk menggunakan kantong plastik masih melekat untuk digunakan dalam belanja barang.

"Saya berpikir hal realistis yang bisa dilakukan masyarakat bawa kantong belanja sendiri kalau ke supermarket atau pasar. Masyarakat harus cerdas untuk pengurangan plastik saat ini," kata Nova, Kamis (18/6).

Dalam Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat, tidak diperbolehkan lagi menyediakan kantong belanja plastik sekali pakai.

Baca juga: Dukung Larangan Plastik Sekali Pakai, PSI: Bagian dari New Normal

Hal itu yang harus benar-benar ditegaskan dan bisa menjadi kebiasaan baru bagi warga yang selama ini masih asyik menggunakan plastik untuk membungkus makanan yang sudah dikemas.

"Mulai sekarang warga bisa bawa tas atau kantong sendiri yang tidak sekali pakai. Tidak sulit kan mempraktikkan hal itu. Saat ini, ratusan ribu ton sampah bukan dari sampah rumah tangga saja, tapi sampah medis yang menumpuk karena covid-19," kata Nova.

Penggunaan masker sekali pakai dan produk hand sanitizer juga diketahui selama tiga bulan ini menumpuk. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengumpulkan 206,76 kilogram limbah infeksius covid-19 yang terkumpul selama ini.

"Sampah medis juga tinggi dari perumahan yang pakai masker dan botol dari hand sanitizer juga. Itu yang harus kita pikirkan karena menumpuknya sampah medis itu. Warga Jakarta harus bijak juga menggunakan plastik saat ini," tandas Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI. (OL-14)

BERITA TERKAIT