18 June 2020, 09:22 WIB

Ketua DPD RI Dorong Perluasan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Iran


Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum

KETUA DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendorong pelaku dunia usaha Iran untuk memperluas kerjasama ekonomi dan bisnis dengan pelaku ekonomi Indonesia. Khususnya UMKM yang berada di semua daerah di Nusantara.

LaNyalla mengatakan bahwa sejauh ini hubungan kedua negara berlangsung baik. Seperti ditandai dengan peningkatan volume investasi dan perdagangan, meskipun Iran berada di bawah tekanan.

Ditambahkan LaNyalla, amat banyak komoditas pertanian Indonesia yang dihasilkan oleh pelaku UMKM namun belum banyak pabrik yang didirikan untuk memproses berbagai komoditas dimaksud.

’’Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar di dunia, tetapi belum ada pabrik coklat di sini. Karena itu Iran sebagai negara investor peringkat 13 di Indonesia dapat masuk untuk mendirikan pabrik coklat dan pabrik lainnya untuk berbagai komoditas dimaksud. Peluang untuk itu masih terbuka lebar,’’ tutur LaNyalla, dalam siaran pers, Rabu, (17/6) malam.

Sementara itu, untuk lebih memperkenalkan komoditas pertanian dan agrobisnis kedua negara, LaNyalla mengusulkan agar diadakan pameran bersama antara pelaku bisnis kedua negara sehingga mereka dapat saling mengenal potensi masing-masing untuk meningkatkan volume perdagangan kedua negara.

Baca juga: Pelaku Usaha Harus Beradaptasi dengan Pandemi

Duta Besar Republik Islam Iran Mohammad Khoush Heikal Azad, mengungkapkan bahwa komoditas pertanian Indonesia seperti kopi untuk cappuccino dan kopi torabika dari Indonesia sangat cocok dengan selera masyarakat Iran.

“Karena itu sangat digemari di sana,” tutur Azad.

Azad mengatakan bahwa pemerintah Iran berterima kasih dengan usulan pameran yang diungkapkan LaNyalla dan akan menindaklanjuti.

“Sekarang masih ada covid-19, jadi kita punya dua opsi. Kita bisa melakukan pameran dagang Iran-Indonesia secara virtual dan jika pandemi covid-19 sudah berlalu maka kita bisa mengadakan pameran dagang secara fisik di kedua negara,” ujarnya. (A-2)

BERITA TERKAIT