17 June 2020, 14:00 WIB

Marco Steffiano: Konser Online, Obat Rindu di Kala Pandemi


Astri Novaria | Hiburan

BANYAK orang yang merasakan dampak dari pandemi Covid-19 yang belum reda hingga kini. Tak terkecuali bagi musisi di tanah air yang akhirnya memutuskan untuk menunda atau bahkan membatalkan konsernya dengan alasan keamanan dan keselamatan bagi dirinya dan penggemar. 

Bahkan, demi menghibur para fans, sebagian musisi ada pula yang menggelar konser online. Apakah konser online bisa setara atau menggantikan konser konvensional?

Baca juga: Cannes 2021 Tidak Terdampak Dengan Perubahan Jadwal Piala Oscar

"Kalau konser online, bisa mengobati beberapa saat supaya bisa lihat musisi kesukaan lo main. Tapi pastinya tidak bisa menggantikan kehadiran musisi itu berhadapan dengan fansnya, lo bisa tos-tosan, loncat-loncat bareng, bisa share energi bareng. Konser online bisa jadi obat tapi tidak bisa jadi pengganti," ujar Marco Steffiano, penabuh drum grup musik Barasuara saat berbincang-bincang bersama Fathurrozakjek dalam program Nunggu Sunset, Selasa (16/6).

Ia pun memprediksi minat masyarakat akan konser online bakal menurun seiring berjalannya waktu, kecuali ada inovasi dari para musisi di setiap konser online yang direncanakannya. Marco optimistis panggung hiburan dalam bentuk konser akan kembali seperti sedia kala meskipun sulit terjadi dalam waktu dekat.

"Gue yakin dunia entertainment itu ke depan akan ada aja jalannya karena pada dasarnya manusia butuh hiburan, tapi kalau konser mungkin nggak secepat itu. Gue berpikir yang terburuknya aja dulu, gimana kalau konser belum bisa dilakukan setidaknya sampai tahun ini. Ya, gue sebagai musisi yang bisa dilakukan adalah memproduksi musik," terangnya. 
 
Menurut Marco, pada dasarnya manusia adalah makhluk adaptif yang mampu menyesuaikan diri dalam segala kondisi. Hal ini pula yang mendorongnya untuk tetap optimistis menjalankan hari-harinya untuk terus berkarya di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan membuka kelas belajar produksi musik secara daring yang sempat ia lakukan di akhir April 2020 lalu.

"Pada dasarnya manusia itu makhluk yang bisa beradaptasi terhadap sesuatu. Jadi pasti kita bakal muter otak, gimana caranya bisa menghadapinya. Kalau gue pribadi mengatasinya dengan cara mencoba berpikir sesuatu yang belum dilakukan di musik," paparnya.

Marco mengaku akan kembali membuka kelas belajar produksi musik secara daring. Sebelumnya, Marco membuka tiga kelas yang dapat dipilih oleh calon pendaftar, yaitu pemahaman dasar produksi musik (1 kelas maksimal 5 orang), tips and trik produksi musik (1 kelas maksimal 5 orang), dan kelas privat untuk 1 orang. Rencananya, ke depan kelas daring yang akan digodoknya lebih untuk bertukar pikiran dengan peserta mengenai produksi musik. 

"Jadi bukan mengajarkan mereka tentang sesuatu, lebih untuk tukar pikiran sama mereka tentang proyek yang mereka punya. jadi gue bisa kasih bekal ke mereka siapa tahu saran gue bisa dipakai, nggak hanya di proyek itu aja tapi di proyek lainnya," jelasnya.

Baca juga: Mira Lesmana Masih Tertutup untuk Film Spin Off AADC

Meskipun profesinya turut berdampak, produser lulusan dari Musicians Institute di Los Angeles, California, Amerika Serikat ini mencoba mengambil sisi positif dari adanya pandemi Covid-19 ini. Menurut Marco, di saat seperti ini, hal positif yang bisa dipetik adalah bisa sekaligus menjadi jeda bagi personil Barasuara untuk rehat sejenak dari serangkaian pertunjukan musiknya.

"Ketika ada break gini kita bisa menenangkan diri sebagai sesuatu yang positif sambil kita berpikir harus apa supaya tidak terlalu gegabah," pungkasnya. (OL-6)
 

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT