17 June 2020, 13:40 WIB

KPK Periksa 5 Saksi Dugaan Suap dan Gratifikasi Perkara di MA


Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil lima saksi terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait perkara di Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2011-2016.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebutkan, kelima saksi tersebut diperiksa terkait tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HSO).

"Lima orang saksi dipanggil terkait dengan dugaan korupsi suap dan gratifikasi di Mahkamah Agung pada 2011-2016 untuk tersangka HSO," kata Ali fikri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (17/6).

Ia merincikan, Lima saksi yang dipanggil, yaitu Direktur PT Delta Beton Indonesia pada tahun 2016 Roy Tanuwijaya, Manajer Hotel Sunbreeze Bona Sakti Nasution, karyawan Hotel Sunbreeze Dita Yusuf Pambudi, serta dua wiraswasta Moh Suli dan Mahendra Dito.

Baca juga: KPK Panggil Dua Saksi Terkait Dugaan Suap PT DI

Dapat diketahui, dalam kasus itu, KPK menetapkan Nurhadi beserta Rezky Herbiyono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto sebagai tersangka kasus pengurusan perkara di lingkungan MA. Selama menjabat sekretaris di MA, Nurhadi diduga mendagangkan perkara dan menerima suap serta gratifikasi senilai total Rp46 miliar.

Rezky diduga menjadi perantara suap kepada Nurhadi dalam sejumlah pengurusan perkara perdata, kasasi, dan peninjauan kembali. Sementara itu, Hiendra disangkakan sebagai pemberi suap.

Adapun, Nurhadi dan Rezky disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Hiendra disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. (A-2)

BERITA TERKAIT