17 June 2020, 12:14 WIB

Aku Pintar Lengkapi Fitur Sekolah Pintar dengan Zonasi


Mediaindonesia.com | Humaniora

PANDEMI Covid-19 membawa banyak perubahan pada aspek kehidupan manusia. Dunia pendidikan di Indonesia pun tidak luput, sehingga kegiatan belajar-mengajar serta aktivitas sekolah lainnya disesuaikan dengan peraturan physical distancing dari pemerintah.

Dinas Pendidikan dan sekolah diminta menyiapkan mekanisme PPDB yang mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk mencegah berkumpulnya siswa dan orang tua secara fisik di sekolah. 

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2020 akan dilakukan via online untuk menghindari penyebaran virus Covid-19.

Seperti dua tahun ajaran sebelumnya, PPDB 2020 pun diterapkan menggunakan sistem zonasi yakni calon peserta didik dianjurkan untuk menempuh pendidikan di sekolah yang memiliki radius terdekat dari domisilinya masing-masing. Pengaturan ini bertujuan agar tak ada sekolah yang dianggap favorit dan non favorit.

"Keterbatasan akses informasi kerap menjadi kendala dalam pelaksanaan PPDB dengan zonasi. Orang tua dan siswa tidak cukup paham soal sistem zonasi, sekolah apa saja yang masuk dalam wilayah zonasinya dan bagaimana profil dan kualitas dari sekolah tersebut," Co-Founder dan CEO Aku Pintar, Lutvianto Pebri Handoko, seperti dilansir keterangan resmi, Rabu (17/6).

Berdasarkan pengalaman PPDB zonasi di tahun 2019, banyak siswa dan orang tua yang masih bingung dengan sistem ini. Ditambah lagi peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama masa pandemi Covid-19 membuat mobilitas orang tua terbatas untuk mendatangi setiap SMA yang akan dipilih. Padahal penentuan sekolah tentunya tidak bisa sembarangan karena sangat mempengaruhi pendidikan serta masa depan anak.

Fitur Sekolah Pintar

PT Aku Pintar Indonesia, melalui aplikasi Aku Pintar menyediakan informasi tersebut lewat fitur Sekolah Pintar yang dapat diakses melalui akun siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Saat ini, Fitur Sekolah Pintar dilengkapi dengan fitur Zonasi dan Bandingkan Sekolah sehingga keduanya melengkapi fitur yang sudah ada dalam Fitur Sekolah Pintar sebelumnya yaitu Cari Sekolah," tuturnya. 

Fitur Zonasi akan memudahkan siswa dan orang tua dalam mendapatkan informasi terkait SMA/SMK Negeri dan Swasta se-Indonesia yang dituju sesuai sistem zonasi.

Dalam fitur Zonasi, saat ini pengaturan sekolah ditentukan berdasarkan kota. 

"Untuk menggunakan fitur ini, user dapat menggunakan pilihan sekolah kamu yang secara otomatis menampilkan SMP yang tertera dalam profil siswa atau bila orang tua dan siswa sedang berada di rumah, gunakan pilihan lokasi saat ini. Daftar sekolah yang muncul bisa diurutkan mulai dari jarak terdekat sampai terjauh dari titik yang dipilih," ulasnya.

Pilihan sekolah juga dilengkapi dengan informasi status sekolah (swasta atau negeri), akreditasi, kurikulum, sarana dan prasarana, prestasi sekolah, nilai UN, jumlah Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), serta jumlah Peserta Didik (PD). Fitur Zonasi saat ini dapat diakses melalui aplikasi Aku Pintar dan diunduh melalui Play Store di Android. 

Sementara fitur Bandingkan Sekolah memungkinkan siswa untuk melihat dua sekolah secara langsung dengan membandingkan poin-poin seperti; jarak ke sekolah, status, akreditasi, kurikulum, rata-rata nilai UN SMA IPA dan IPS, serta jumlah siswa dan guru. Melalui informasi dan perbandingan secara langsung, siswa dan orang tua akan lebih mudah menemukan SMA Negeri dan Swasta sesuai pilihan dan kebutuhannya.

Baca juga: Kisah Philimon, Mahasiswa UI Asal Uganda saat Pandemi Covid-19

Co-Founder dan CEO Aku Pintar, Lutvianto Pebri Handoko mengungkapkan adanya fitur Sekolah Pintar yang dilengkapi dengan fitur terbaru yaitu Zonasi dan Bandingkan Sekolah merupakan salah satu upaya Aku Pintar untuk meningkatkan layanannya sebagai aplikasi pendidikan terlengkap yang mendukung ekosistem pendidikan di Indonesia menuju Indonesia Pintar.

“Masa depan anak sangat berharga, pemilihan sekolah dan jurusan menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan karier dan masa depan, dan harus ditentukan sejak anak di bangku SMP. Oleh karena itu aplikasi Aku Pintar menyediakan beragam fitur secara gratis mulai dari rangkaian test minat, bakat, dan penjurusan lengkap serta materi pembelajaran sampai informasi SMA hingga Kampus untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempermudah mereka dalam menentukan jurusan dan karier yang tepat.” ujar Pebri.

Kehadiran Fitur Zonasi dan Bandingkan Sekolah pada Aku Pintar ini disambut baik oleh orang tua. Salah satunya, Herning Banirestu, Jurnalis sekaligus Ibu dari tiga orang anak. Menurut Herning, sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui sekolah mana saja yang masuk dalam zonasi domisilinya.

“Kebanyakan orang tua mengalami kendala untuk tahu SMA di wilayah zonasinya masing-masing. Kalau database-nya saja tidak tahu, bagaimana orang tua bisa menentukan sekolah yang terbaik untuk anaknya? Beruntung fitur Zonasi dan Bandingkan Sekolah dari Aku Pintar membuat semuanya jadi mudah dan efisien karena orang tua dan siswa bisa mengakses informasi sekolah SMA Negeri dan Swasta sampai ke nilai UN secara online tanpa harus repot mengecek info tiap sekolah di web PPDB,” ujarnya Herning.

Selain fitur Zonasi dan Bandingkan Sekolah, siswa SMP dapat mengakses fitur lainnya yaitu Minat Pintar, Belajar Pintar, Tes Pintar, AP Live, dan Konseling Pintar. Bagi user yang sudah pindah ke jenjang ke SMA/SMK dapat memperbaharui laman profil di aplikasi Aku Pintar sesuai status pendidikan terbaru.

Eksisting Fitur Aplikasi Aku Pintar

Diperkenalkan pertama kali pada Februari 2019, Aku Pintar merupakan aplikasi pendidikan terlengkap dan gratis yang ditujukan bagi siswa SMP dan SMA/SMK di Indonesia. 

Aku Pintar menyediakan serangkaian fitur bagi siswa SMP dan SMA/SMK yang dapat membantu mereka untuk lebih mengenal diri, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan sehingga mampu memilih jurusan serta karier yang tepat di masa depan.  Melalui Minat Pintar, siswa SMP dan SMA dapat mencoba rangkaian tes minat bakat, jurusan yang lengkap dan gratis. Tes ini dilakukan dengan metode RIASEC, dan DISC. Metode ini penting dalam perencanaan karier siswa dan biasa digunakan dalam proses rekrutmen karyawan di berbagai perusahaan. Minat Pintar terbagi menjadi tiga tahapan yaitu tes kepribadian, tes penjurusan, dan tes kemampuan.

Melalui Belajar Pintar, Tes Pintar, dan AP Live, siswa dapat meningkatkan kemampuan dalam belajar. Aku Pintar memberikan video belajar, latihan dan pembahasan soal serta try out SBMPTN, UN, PKN STAN bagi siswa SMA/SMK. Seluruh materi pelajaran telah disesuaikan dengan kurikulum nasional dari Kemendikbud. Semua fitur tersebut bisa diakses secara gratis.

Bila siswa SMP bisa mendapatkan informasi sekolah terbaik sampai terdekat dari domisili melalui fitur Sekolah Pintar, siswa SMA/SMK dapat mengakses fitur Kampus Pintar yang menyediakan direktori dari 1.804 kampus dan 805 jurusan di Indonesia.

Bagi calon mahasiswa yang kesulitan dana pendidikan, Aku Pintar melalui Dana Pintar juga membantu menghubungkan dengan fintech mitra Aku Pintar untuk pinjaman dana pendidikan dengan bunga ringan. Sedangkan untuk siswa SMA/SMK pencari beasiswa, Aku Pintar menyediakan info beasiswa dari beragam instansi untuk mahasiswa melalui fitur Beasiswa Pintar.

Siswa SMP dan SMA/SMK juga bisa mendapatkan konseling lanjutan bersama konselor profesional dalam Konseling Pintar.

Melalui rangkaian fitur tersebut, kedepannya Pebri berharap Aku Pintar menjadi jembatan bagi siswa dengan para stakeholder untuk memeratakan pendidikan di Indonesia serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” tutup Pebri. (A-2)

BERITA TERKAIT