17 June 2020, 11:25 WIB

Ada Kasus Baru Covid-19, Militer Selandia Baru Awasi Perbatasan


Nur Aivanni | Internasional

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern memerintahkan militer untuk mengawasi perbatasan Selandia Baru hari ini setelah muncul kasus baru akibat covid-19 di negara tersebut.

Pada Selasa, Selandia Baru kehilangan status bebas covid-19 ketika dua orang perempuan yang baru tiba dari Inggris diizinkan keluar dari karantina lebih awal. Keduanya dinyatakan positif terkena virus covid-19.

Ardern mengatakan orang yang terinfeksi seharusnya tidak diizinkan pergi. "Ini merupakan kegagalan sistem yang tidak dapat diterima," kata Ardern.

Lalu Ardern menunjuk Asisten Kepala Pertahanan Digby Webb untuk mengawasi semua karantina dan bertanggung jawab atas fasilitas isolasi, termasuk proses keluarnya orang dari fasilitas tersebut.

Baca juga: Trump Teken Perintah Eksekutif untuk Kurangi Kekerasan Polisi

Webb, katanya, bisa meminta akses ke logistik militer, baik keahlian operasionalnya maupun personel untuk menjalankan fasilitas karantina jika diperlukan.

Dia menambahkan bahwa audit akan dilakukan untuk memastikan semua proses yang ada diikuti dan setiap perubahan yang diperlukan bisa dilakukan untuk lebih memperkuat fasilitas perbatasan.

"Saya tidak bisa membiarkan kemajuan yang kita buat terbuang sia-sia oleh proses yang tidak diikuti," kata Ardern.

Selandia Baru telah menyuarakan pencapaiannya pekan lalu. Negara tersebut menjadi salah satu negara pertama di dunia yang berhasil menghilangkan pandemi covid-19 dan kembali ke keadaan normal sebelum pandemi.

Negara tersebut pekan lalu mencabut langkah-langkah jaga jarak sosial di dalam negeri, sambil mempertahankan pembatasan perbatasan yang kuat. (France24/Malay Mail/OL-14)

BERITA TERKAIT