17 June 2020, 10:38 WIB

Kemenristek Luncurkan Laboratorium Mobile BSL-2


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

KEMENTERIAN Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional meresmikan penggunaan fasilitas kesehatan pendukung uji covid-19 dalam bentuk Mobile Lab BSL-2 untuk Rumah Sakit Mohammad Ridwan Meuraksa (RS MRM) di Jakarta Timur. 

Laboratorium bergerak ini dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk memenuhi ketentuan World Health Organization (WHO) yang mewajibkan standar minimal Biosafety Laboratory Level 2 untuk penanganan covid-19.

Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, pengoperasian Mobile Lab BSL-2 BPPT ini menjadi bukti inovasi dalam negeri sudah dapat menggantikan permintaan impor dalam membantu penanganan covid-19

"Strategi saat ini adalah testing dan tracing, testing ini menjadi sangat penting terutama untuk PCR. Karenanya tentunya sangat ingin menyampaikan kepada Kepala Gugus Tugas dan Kemenkes dengan produk yang sudah dihasilkan, Mobile BSL-2 ini kami siap mendukung kebutuhan untuk lab yang mobile. Lab yang barangkali tidak harus berada di tempat itu selamanya tapi berada di tempat itu sampai kondisi covid-19 dinyatakan reda untuk daerah tertentu," kata Bambang dalam pernyataan tertulis yang diterima Media Indonesia, Rabu (17/6).

Bambang menjelaskan, pengembangan laboratorium bergerak didasari oleh kebutuhan untuk menjangkau daerah-daerah yang belum mempunyai laboratorium berstandar BSL-2 sebagai syarat untuk melakukan pemeriksaan covid-19. 

Di dalam Mobile Lab BSL-2, dapat dilakukan pemeriksaan menggunakan Rapid Diagnostic Test berbasis antibodi IgG/IgM dan Real TimePCR Covid-19.

Laboratorium ini telah terintegrasi dengan aplikasi Pantau Covid-19 yang memungkinkan pasien dapat melihat hasil tesnya sekaligus berguna untuk tenaga kesehatan dalam melakukan contact tracing kepada pasien positif covid-19.

Saat ini fasilitas kesehatan Mobile Lab BSL-2 sudah beroperasi di Rumah Sakit Tingkat II Mohammad Ridwan Meuraksa (RS MRM) dan menangani sekitar 300 sampel covid-19 per harinya. 

Baca juga: Laboratorium Indonesia Bisa Uji 14 Ribu Tes Covid-19 dalam Sehari

Kemenristek/BRIN telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menghadirkan fasilitas ini di berbagai daerah yang membutuhkan penguatan kapasitas uji covid-19. Dengan adanya fasilitas laboratorium bergerak BSL-2, maka diharapkan uji covid-19 baik secara Rapid Detection Test maupun Real Time PCR Test dapat meningkat signifikan.

Pengoperasian Mobile Lab BSL-2 BPPT ini menjadi langkah awal inovasi dari Konsorsium Riset dan Inovasi terkait covid-19 dari Kemenristek/BRIN yang mulai digunakan oleh masyarakat untuk menggantikan ketergantungan impor fasilitas kesehatan yang saat ini semakin terbatas.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengungkapkan, Mobile Lab BSL-2 diciptakan oleh tim khusus yang dibentuk BPPT yakni Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan COVID-19 (TFRIC-19) dalam waktu yang sangat singkat.

"Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, para perekayasa berhasil mendesain Mobile Lab BSL-2 dalam waktu sepuluh hari dan proses manufaktur bersama mitra selama sembilan belas hari,” ujarnya.

Dengan memanfaatkan kontainer dua puluh feed, laboratorium didesain untuk dua ruangan, yaitu anteroom dan main room yang dilengkapi dengan negative pressure dan sistem interlock. Fasilitas biosafety cabinet, autoclave dan PCR, serta peralatan pendukung lain menjadikan Lab BSL-2 ini telah memenuhi bersyaratan Biosatey Level 2 plus atau BSL-2 enhanced.

Fasilitas kamera di dalam laboratrium dan sarana komunikasi antara petugas di dalam dan di luar laboratorium menjadikan laboratorium menjadi lebih lengkap, aman, dan seluruh aktivitas di dalam laboratorium bisa dimonitor dengan baik.

Baca juga: Freeport Dukung Mitigasi Covid-19 Dengan Laboratorium Lengkap

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Andika Perkasa berharap Mobile Lab BSL-2 ini dapat mempercepat waktu tunggu deteksi covid-19 di berbagai daerah di Indonesia.

"Mobile Laboratorium ini intinya menambah ketersediaan. Intinya kita bekerja sama mendukung kerjanya Pak Doni. Yang terjadi adalah ketersediaan satu lagi laboratorium ini pasti sangat berarti,” imbuhnya.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengapresiasi BPPT yang sudah menciptakan banyak inovasi terkait penanganan covid-19. Dia berharap BPPT akan terus menciptakan teknologi yang bersaing secara internasional.

"Tentunya BPPT harapan kami tidak boleh hanya berhenti di hasil karya yang sekarang kita nikmati, tetapi harus berkembang terus di bidang teknologi kesehatan maupun bidang lainnya. Kami bangga dengan hasil yang telah dicapai oleh BPPT dan Gugus Tugas tetap memberikan dukungan dan semangat kepada BPPT termasuk para periset dan para peneliti untuk terus berkembang lebih hebat lagi dan kita berharap akan lahir para peneliti dan para periset bukan hanya berstandar nasional tetapi juga berstandar dunia," tandasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT