17 June 2020, 05:30 WIB

Commitment Fee Formula E Harus Terbayar


(Ins/J-1) | Megapolitan

KEPALA Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi DKI Jakarta, Achmad Firdaus, mengungkapkan ajang balap mobil listrik Formula E sudah teken kontrak selama lima tahun sampai 2024. Tiap tahunnya ada kenaikan 10% commitment fee yang harus dibayar pihaknya ke panitia penyelenggara Jakarta E-Prix, Formula E Operations (FEO).

"Tiap tahun berdasarkan perjanjian, naik 10% (commitment fee) dari nilai yang ada di tahun yang berjalan. Perjanjian antara panitia Formula E dengan Jakpro, pembayaran commitment fee dilaksanakan selama lima tahun," ujar Firdaus saat rapat kerja dengan DPRD di Jakarta, kemarin.

Pemprov DKI sudah membayarkan 20 juta pound sterling atau sebesar Rp358 miliar jika dikurskan dalam rupiah saat ini untuk commitment fee Formula E 2020. Pembayaran itu dilakukan secara dua termin yang dilunaskan pada akhir Desember 2019. Firdaus mengatakan untuk pergelaran Formula E 2021, commitment fee yang harus dibayar DKI naik dari 20 juta menjadi 22 juta pound sterling.

Selanjutnya, untuk acara Formula E 2022, naik lagi menjadi 24,4 juta pound sterling. Firdaus juga mengatakan untuk commitment fee Formula E 2021, DKI sudah membayar termin pertama pada 26 Februari sebesar 11 juta pound sterling atau sebesar Rp197 miliar. "Sedangkan pembayaran termin kedua belum dilaksanakan," kata Firdaus.

Direktur Operasional Jakpro Muhammad Taufi qurrachman mengatakan commitment fee tidak hangus meski ditiadakan tahun ini. Acara tersebut seharusnya digelar pada 6 Juni lalu, tapi ditunda imbas pandemi covid-19. "Setelah beberapa kali komunikasi dengan mereka (FEO), kami menyepakati bahwa 2020 event-nya ditunda.

Untuk commitment fee, ini akan didedikasikan untuk penyelenggaraan 2021. Jadi, uang commitment fee tidak hilang," ungkapnya. Tahun ini Jakpro mendapatkan penyertaan modal daerah (PMD) dari Pemprov DKI untuk penyelenggaraan Formula E sebesar Rp767 miliar. Akan tetapi, dipotong sebesar Rp244 miliar sehingga tersisa Rp523 miliar.

"Kami juga sudah melakukan persiapan dan melakukan pengeluaran sejumlah Rp459 miliar untuk persiapan itu dan perizinan lainnya," jelas Taufi qurrachman. (Ins/J-1)

BERITA TERKAIT