17 June 2020, 00:54 WIB

Edukasi Pencegahan Covid-19 Butuh Pendekatan Khusus


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

SELAMA pandemi Covid-19, masyarakat harus terus diberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanganannya. Mengedukasi masyarakat bukan sesuatu yang mudah namun bukan berarti tidak bisa dilakukan.

Dibutuhkan wawasan, strategi, dan metode tertentu untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat. Tantangan di lapangan seperti berhadapan dengan sikap penolakan atau keras kepala sebagian masyarakat. Ini bisa dipahami karena mungkin orang sudah merasa bosan berbulan-bulan berada di rumah saja.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat keluarga ALumni Universitas Gadjah Mada (Kagama), Ganjar Pranowo, dalam diskusi Sinergi Kagama dan UGM, Mempersiapkan Normal Baru Pengalaman Negara Lain, secara daring, Selasa (16/6).

Covid-19 merupakan fenomena baru di masyarakat, kedatangannya yang tiba-tiba, serta pengetahuan yang masih minim, kadang membuat masyarakat tergagap dan salah kaprah dalam menghadapinya.

Ganjar menegaskan, memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tak salah kaprah membutuhkan waktu lama dan cara yang tidak biasa. Dalam mengedukasi masyarakat juga dibutuhkan cara sederhana yang bisa dengan mudah dipahami masyarakat. 

"Kurva-kurva dan data statistik itu penting namun begitu ketika disampaikan kepada masyarakat perlu cara khusus yang gampang dicerna. Apalagi mereka dalam kondisi tertekan secara sosial dan ekonomi," katas Gubernur Jawa Tengah itu.

Ganjar menekankan pentingnya rasa empati dan solidaritas sosial pada saat banyak orang dan keluarga yang memiliki beban berat.  Ganjar mencontohkan dalam satu keluarga, bisa menanggung berbagai beban selama pandemi. Beban tersebut diantaranya, anggota keluarga yang dirumahkan bahkan di-PHK atau omset usaha yang menurun.

Baca juga : Update Covid-19: Positif 40.400, Sembuh 15.703

Selain itu Ganjar menekankan  pentingnya memberi perhatian kepada siswa atau mahasiswa yang belajar di rumah. Jangan sampai mereka dijejali dengan aneka tugas yang memberatkan mereka.  

Di sisi lain, penting juga meningkatkan fasilitas telekomunikasi untuk kelancaran proses  belajar jarak jauh. Sebab di beberapa daerah, kata Ganjar,  fasilitas telekomunikasi belum memadai. Misalnya di daerah Banyumas, beberapa siswa sekolah harus mencari daerah yang tinggi untuk mendapatkan jaringan internet yang lancar.

"Hebatnya anak-anak ini tidak mengeluh, tetapi mencari solusi. Pandemi ini mengingatkan kita untuk mandiri dan menyelesaikan segala persoalan dengan berdikari," ujar pria asal Karanganyar, Jawa Tengah ini.

Covid-19 ini, kata Ganjar, juga menjadi kesempatan masyarakat untuk mempraktekkan nasionalisme, kebangsaan, dan kesetia-kawanan sosial.

Contohnya ketika banyak perantau di ibu kota yang terpaksa tidak bisa pulang ke kampung halaman. Di sisi lain mereka mengalami kesulitan ekonomi di tanah perantauan. Beruntung banyak warga yang bahu membahu saling menolong. Termasuk para kepala daerah yang saling berkoordinasi menyalurkan bantuan kepada para warganya yang sedang merantau di luar kota. 

Pandemi ini dampak ekonominya luar biasa. Namun yang menggembirakan banyak warga yang justru menjadikan situasi sulit ini untuk tetap produktif,  berkreasi memunculkan ide kreatif misalnya berjualan secara online. 

"Saya harap kita terus bersemangat. Hindari sikap berputus asa dan merasa buntu. Percayalah kita akan selalu mendapatkan jalan keluar menghadapi pandemi ini," pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT