16 June 2020, 05:40 WIB

Wisman Mulai Kunjungi Objek Wisata


RS/YH/PT/N-1 | Nusantara

PANDEMI virus korona baru atau covid-19 yang memaksa masyarakat tinggal di rumah hampir tiga bulan terakhir membuat mereka tidak sabar untuk berwisata. Tidak mengherankan jika beberapa objek wisata didatangi pengunjung menjelang tatanan kenormalan baru kendati tempat wisata masih ditutup.

Salah satu objek wisata yang didatangi wisatawan ialah tarasering sawah Jatiluwih di Kabupaten Tabanan, Bali. Namun, karena terasering cantik itu belum dibuka untuk umum, pengelola tidak mengizinkan para wisatawan mancanegara (wisman) yang selama pandemi bertahan di Bali dan para ekspatriat itu memasuki area persawahan.

Mereka hanya diperbolehkan melihat terasering dari tepi jalan dan mengarahkan mereka untuk beristirahat di kedai-kedai milik warga.

“Kami tidak bisa menolak kedatangan pengunjung karena kami tidak melaksanakan lockdown. Apalagi ini objek alam. Jadi, mereka masih bisa memotret dari pinggir jalan. Ada juga yang ke akomodasi warga (kedai). Meski begitu, mereka harus menerapkan protokol kesehatan,” kata Manajer Operasional Kawasan Wisata Jatiluwih, I Nengah Sutirtayasa, kemarin.

Sebelum terjadi pandemi, terasering Jatiluwih rata-rata dikunjungi 1.500 wisatawan asing per hari yang didominasi wisatawan asal Eropa.

Objek wisata di Kota Padang, Sumatra Barat, juga mulai ramai dikunjungi. Keramaian antara lain terpantau di kawasan Pantai Padang, Gunung Padang, dan Pantai Air Manis.

Kabupaten Lembata dan Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, juga bersiap membuka kawasan wisata mereka. Hal itu ditandai dengan kunjungan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur ke kawasan wisata pulau cantik berpasir putih, Meko. Eliaser membuka rute pelayaran pinisi Aku Lembata yang akan melayari Lembata ke Labuan Bajo dengan Meko sebagai salah satu destinasi yang akan disinggahi. (RS/YH/PT/N-1)

BERITA TERKAIT