15 June 2020, 18:17 WIB

Pengamat Duga Kecelakaan Pesawat Hawk Karena Masalah Perawatan


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

PENGAMAT Penerbangan sekaligus Anggota Ombudsman RI Alvin Lie menilai sangat kecil faktor kesalahan oleh manusia atau human error kemungkinan menjadi penyebab utama pesawat tempur TNI AU jenis BAe Hawk-209 terjatuh, di Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Senin (15/6). Kondisi cuaca juga sangat laik untuk penerbangan sehingga perlu pendalaman terhadap proses perawatan.

"Selamatnya pilot karena pilot siaga dan berusaha mengendalikan pesawat. Maka pada hal ini pilot dalam kondisi in control dan cuaca juga baik. Saya mengkhawatirkan ada masalah maintenance," jelasnya saat dimintai keterangan dalam acara Breaking News MetroTV, Senin (15/6).

Alvin menyatakan penyebab jatuhnya pesawat keluaran 1990 itu sangat kecil diakibatkan human error dari pilot. Alasannya pilot dalam kondisi stabil dan berusaha menguasai pesawat Bae Hawk-209 dengan nomor registrasi TT-0209.

Hal itu terbukti dari penerbang pesawat ini, Lettu Pnb Apriyanto Ismail berhasil selamat dengan melontarkan diri sebelum pesawat menyentuh tanah. Kemudian cuaca juga tidak bisa dipersalahkan karena pada waktu kejadian kondisi alam sangat baik untuk penerbangan.

Ia pun mengkhawatirkan bahwa faktor utama yang menjadikan pesawat buatan negeri Ratu Elizabeth ini terjatuh karena human error eksternal atau terkait proses perawatan.

"Kalau yang human error di dalam pesawat saya yakin tidak, karena dia (pilot) berusaha mengendalikan pesawat sampai melontarkan diri tapi kalau human error di luar pesawat seperti maintenance hingga sabotase, itu bisa saja terjadi," jelasnya.

Alvin menjelaskan pesawat sebelum terbang bisa mengalami kegagalan meskipun berskala kecil dan luput dari perhatian tapi ketika terbang bisa bertambah besar dan berakibat fatal.

"Kemudian apakah ini terbang perdana atau sudah kesekian kali sebelum terjatuh. Bila perdana bisa saja akibat bahan bakar tidak dikuras sebelum terbang. Hal itu penting karena sebelum diterbangkan harus dikuras dulu supaya bersih dari kotoran, penguapan dan pencampuran air," paparnya.

Kemudian menurut dia, pesawat yang dioperasikan TNI AU sejak 1995 itu tidak sedang melakukan manuver mengingat tempat kejadian jatuhnya berada di pemukiman warga. Sementara hutan dan laut merupakan medan yang menjadi pilihan utama pesawat tempur melakukan manuver.

Namun ia tidak mengetahui apakah pesawat naas yang jatuh 5 km dari Lanud Roesmin Nurjadin itu usai take off atau sebelum landing. Di luar itu semua, ia meyakini TNI AU akan menginvestigasi kejadian ini dan nantinya dijadikan evaluasi terhadap operasional pesawat serupa.

"Saya kira TNI AU akan melakukan penyelidikan yang komprehensif dan nanti hasilnya juga pasti untuk pemeriksaan pesawat jenis yang sama. Kemungkinan juga TNI AU untuk sementara akan melakukan grounded pesawat yang sama untuk mencegah kejadian serupa," pungkasnya.

Diketahui pesawat temput BAe Hawk-209 dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin terjatuh di pemukiman warga, Kampar, Riau, Senin (15/6) atau 5 km dari run way 36 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Pilot berhasil selamat dan tidak ditemukan adanya korban dari pihak sipil. Pesawat jenis yang sama juga sempat terjatuh di lokasi yang berdekatan pada Oktober 2012. (OL-4)

BERITA TERKAIT