15 June 2020, 16:50 WIB

Kelompok Belajar Solusi Kendala Belajar Daring di Karawang


Cikwan Suwandi | Humaniora

KELOMPOK belajar akan menjadi salah satu solusi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, Jawa Barat untuk memfasilitasi sejumlah pelajar yang tak memiliki fasilitas belajar daring.

"Jadi ada dua solusi selama tahun ajaran selama Covid-19 ini. Pertama adalah daring dan luring," ungkap Kepala Disdikpora Karawang, Asep Junaedi kepada mediaindonesia.com, Senin (15/6).

Wabah Covid-19, menyebabkan dunia pendidikan melarang pelajaran tatap muka. Sesuai dengan arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Karawang akan membuka pelajaran tatap muka di bulan Januari 2021.

"Kami antisipasi kemungkinan tidak pelajaran tatap muka hingga Januari. Selama satu semester dari Juli-Desember 2020, (guru) mereka harus menyiapkan materi dengan modul khusus untuk SD dan SMP. Metodenya dengan pembelajaran jarak jauh," ungkapnya.

Sedangkan untuk memberikan giat belajar bagi anak-anak kelas 1,2 dan 3 sekolah dasar (SD) di daerah perkampungan akan diwajibkan dengan sistem belajar kelompok.

"Kalau di perkampungan banyak murid yang tidak memiliki handphone.Khusus kelas 1,2 dan 3 SD, maka guru wajib membuat kelompok belajar. Dimana guru membagi peran, membuat kelompok belajar maksimal 10 murid dan mengunjungi rumah murid," ucapnya.

Sementara untuk pelajar SMP, rata-rata telah memiliki handphone sebagai fasilitas. Maka para guru bisa memberikan pelajaran melalui gruf. (OL-13)

Baca Juga: Masyarakat Antusias Pembukaan Kembali Perpusnas

BERITA TERKAIT