15 June 2020, 14:20 WIB

Musim Kemarau Tiba, BPBD Klaten Siaga Kekeringan


Djoko Sardjono | Nusantara

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menyatakan telah siaga menghadapi bencana kekeringan musim kemarau tahun ini. Sementara itu, sekitar 76.400 warga di sembilan
wilayah kecamatan rawan kekeringan terancam kekurangan pasokan air bersih.

Kepala BPBD Kabupaten Klaten, Sip Anwar, saat ditemui mediaindonesia.com, di Pemkab Klaten, Senin (15/6), mengatakan untuk menghadapi kondisi darurat kekeringan pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Bupati
Klaten untuk menerbitkan surat keputusan darurat bencana kekeringan.

Daerah rawan kekeringan di Kabupaten Klaten, yaitu meliputi Kecamatan Kemalang, Jatinom, Manisrenggo, Karangnongko, Prambanan, Bayat, Cawas, Pedan, dan Karangdowo. Saat musim kemarau, BPBD rutin melakukan
pengedropan bantuan air bersih di sembilan kecamatan tersebut.

"Untuk musim kemarau ini, BPBD Klaten seperti biasa akan memberikan bantuan air bersih kepada warga masyarakat di daerah rawan kekeringan. Hanya saja, pengedropan bantuan air bersih tidak maksimal, karena sebagian anggaran juga digunakan untuk penanganan Covid-19," jelasnya.

Menurut Sip Anwar, BPBD Klaten 2019 menyiapkan anggaran Rp200 juta untuk kegiatan pengendropan air bersih sebanyak 800 tangki. Namun, untuk dropping  air tahun ini dimungkinkan hanya sampai 600 tangki karena
kondisi anggaran, selain sumur dalam sudah mulai dioperasikan, seperti di Jatinom.

"Karena itu, untuk dapat mencukupi kebutuhan air bersih 76.400 warga 23 desa di daerah rawan kekeringan selama musim kemarau ini, BPBD seperti pengalaman tahun lalu akan bekerja sama dengan menggandeng pengelola CSR
(corporate social responsibility)  di Klaten," ujarnya.

Untuk menghadapi darurat kekeringan, BPBD Klaten telah menyiapkan lima unit armada tangki untuk pengedropan air bersih, ditambah dua unit yang dioperasikan di wilayah Kecamatan Kemalang. Mobil tangki itu bisa dipinjamkan kepada pihak yang akan membantu dropping air bersih.

"Saat ini, BPBD Klaten telah siaga menghadapi darurat bencana kekeringan. Adapun kemarau tahun ini diperkirakan Juni-Oktober, dan puncaknya terjadi pada Agustus nanti. Untuk penetapan secara resmi Klaten darurat kekeringan, kami masih menunggu SK Bupati Klaten," pungkasnya. (OL-13)

Baca juga: Mal di Kota Depok Besok Siap Buka, Ini Syaratnya

BERITA TERKAIT