15 June 2020, 10:52 WIB

Presiden: Gigit Pejabat yang Korupsi Dana Penanganan Covid-19


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo meminta aparat penegak hukum, baik itu anggota kepolisian, kejaksaan, KPK dan penyidik PNS, untuk menggigit pihak-pihak yang menguntit uang negara. Hal ini terutama yang ditujukan untuk percepatan penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Pemerintah, lanjut Jokowi, tidak akan main-main dalam hal akuntabilitas. Dana besar yang digelontorkan adalah untuk kepentingan rakyat, untuk membantu rakyat dan pelaku usaha yang mengalami kesulitan di tengah pandemi.

Jangan sampai itu disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

"Kalau ada yang bandel, kalau ada niat untuk korupsi, silakan gigit dengan keras," ujar Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Terbatas Pengawasan Intern Pemerintah 2020 melalui video konferensi, Senin (15/6).

Kendati demikian, ia meminta aspek pencegahan tetap diutamakan. Tata kelola yang baik harus didahulukan. Aparat penegak hukum harus lebih proaktif dalam melaksanakan pengawasan.

"Jangan menunggu terjadi masalah baru bergerak. Kalau ada potensi masalah, segera ingatkan. Jangan sampai pejabat pemerintah dibiarkan terperosok. Bangun sistem peringatan dini. Perkuat tata kelola yang baik, yang transparan, yang akuntabel," tegasnya.

Baca juga: Penelusuran Kontak Berjalan dengan Baik

Aparat internal pemerintah juga diminta untuk bersinergi dengan lembaga-lembaga pemeriksa eksternal.

Demikian juga sinergi antaraparat penegak hukum seeprti kepolisian, kejaksaan, kpk harus terus dikuatkan lanjutkan.

"Dengan sinergi sekaligus check and balance antarlembaga dan dukungan seluruh rakyat Indonesia, saya yakin kita bisa bekerja lebih baik menangani semua masalah dan tantangan dengan lebih cepat dan bangkit melangkah maju mengawal agenda-agenda besar penting untuk menuju ke Indonesia maju," tutur presiden.

Pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp677,2 triliun untuk percepatan penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Dengan tata kelola yang baik dan pengawasan yang ketat, diharapkan berbagai sasaran yang dituju bisa tepat.

"Posedur harus sederhaberbelit-berbelit-belit. Output dan outcome harus maksimal bagi kehidupan seluruh rakyat Indonesia. saya mengajak saudara-saudara sekalian untuk mengawal dan mengawasi dengan baik agar dana yang sangat besar itu dapat membantu masyarakat dan para pelaku usaha yang sedang mengalami kesulitan," tandasnya. (A-2)

 

 

BERITA TERKAIT